Konsep pendapatan ekonomi

Disisi lain, para ekonom menyadari income sebagai rangkaian pengalaman jiwa seseorang i.e, keceriaan atau peristiwa tertentu dari berbagai orang lebih dari sekedar sebuah entitas(Fisher1930).Faktanya menurut dia,sebuah entitas artifisial seperti bisnis tidak bisa mendapatkan income karena bisnis tidak memiliki kesadaran. Konsumsi sebagai kebutuhan absolute menurut konsep Fisher menjadi sangat penting sampai-sampai ia tidak mengakui tabungan sebagai income karena ia menganggap tabungan hanya sebagai konsumsi potensial, dimana tidak ada kegembiraan yang dirasakan mengenai itu. Meskipun begitu ekonom selanjutnya mengadopsi konsep income personalnya pada entitas bisnis dengan memasukkan tabungan dalam konsumsi sebagai bagian income.

Semenjak kegembiraan seseorang adalah subjektif dan tidak dapat diukur secara langsung, Fisher memperkirakannya dengan mundur dua langkah dibelakang income kegembiraan pada biaya hidup atau ukuran riil pendapatan i.e nilai moneter akhir konsumsi barang fisik dan jasa di dunia luar.
Hicks (1946) memperluas konsep income ekonomi dengan apa yang kita sekarang kenal sebagai maintenance of capital intact, sebelum income lainnya dimasukkan. Mengikuti ide bahwa “ kalkulasi income dalam praketek adalah untuk memberi seseorang indikasi berapa jumlah yang bisa ia konsumsi tanpa menjadikan ia miskin”, ia mengenalkan konsep well-offmess sebagai dasar perkiraan income seseorangnya Fisher. Menurut dia, income adalah: “the maximum value which ..(a person) can consume during a week and still expect to be as well off at the end of the week as he was in the beginning”
Definisi yang baik ini memaksa agar modal harus di kembalikan sebelum income dapat dikalkulasi, namun bagaimanakah well-offness ini didefinisikan, dijawab oleh Hicks sendiri, ia lebih jauh mengelaborasi dan mengoprasionalkan well-offness-(kondisi terbaik) nya dalam bebarapa perkiraan i.e.
1) Di bawah kondisi bunga tidak berubah dan ketiadaan inflasi
2) Dibawah bunga yang berubah tapi tidak ada inflasi.
3) Dibawah tingkat suku bunga tetap (fixed rate) dengan inflasi
Dengan mendefinisikan income kedalam beberapa keadaan ini.
Pada kondisi pertama, income didefinisikan menjadi jumlah maksimun yang bisa dibelanjakan selama beberapa periode tertentu, jika terdapat ekspektasi untuk mempertahankan nilai modal tetap masuk (dalam bentuk uang) secara utuh.
Kondisi kedua income didefinisikan sebagai jumlah maksimum seseorang yang dapat dibelanjakan selama periode tertentu dan tetap dapat memblanjakannya dengan jumlah yang sama pada tiap periode berebada. Definisi ini mengurangi kondisi pertama 1) ketika suku bunga tetap.
Dalam kondisi ketiga income didefinisikan jumlah yang bisa dibelanjakan seseorang dalam periode tertentu dan tetap dapat membelanjakannya dalam jumlah sama pada minggu berikut.
Income economi kemudian dapat ditulis dengan persamaan berikut:
Ye= C+Kt-Kt-1 dimana
Ye = economic income
C = Consumtion
Kt dan Kt-1 adalah modal di akhir dan diawal periode secara berturut-turut yang diukur dengan present value cash flow masa depan pada saat t dan t-1.
Hal ini dapat diperbandingkan dengan income akuntansi Ya = Rt-Rt-1 +D dimana Rt dan Rt-1 adalah modal residual di awal dan diakhir periode dan D adalah deviden yang didistribusikan kepada pemilik. Meskipun persamaan tersebut sama, income ekonomi adalah hasil evaluasi modal di awal periode sebagai kapitalisasi nilai yang akan diterima dimasa mendatang, sebaliknya income akuntansi yang dihasilkan dari proses memperbandingkan menghasilkan dalam bentuk modal residual. Oleh karena itu dalam ekonomi, income adalah residu i.e para ekonom memasukkan modal untuk mengukur income dimana dalam akuntansi tradisional, capital adalah residual setelah income dihitung.
Ekonomi pada keadaan ketidakpastian di istilahkan dengan ideal income (Lee, 1985). Dalam “dynamic economy” meminjam istilah Alexander (1977), dimana nilai mengalami perubahan karena perubahan harga dan ekspektasi masadapan, income tidak dapat di hitung secara objektif oleh karena itu hal ini tidak dapat dipraketekkan dalam dunia bisnis. Memprediksikan jumlah dan waktu cash flow serta pilihan kesesuaian tingkat diskon (yang bergantung pada preferensi individu dan ketersediaan alternative investasi) memperkirakan opportunity cost sebuah entitas dapat menghadirkan masalah. Lebih jauh dalam income ekonomi, diasumsikan bahwa tingkat pengembalian modal termasuk cash flow realisasi diinevestasikan kembali pada tingkat diskon (discount rate). Hal ini menjadikan reinvestment dapat dilakukan dan tingkat suku bunga dalam keadaan konstan. Walaupun begitu hal ini tidak terjadi dalam dunia nyata yang mengandung ketidakpastian dan akan menuju pada unexpected gains (merujuk pada lee 1985). Pengulangan kembali reinvestasi pada periode berikutnya menambah permasalahan ini. Akhirnya terdapat masalah dengan asumsi constant well-offness yang tidak realistis, karena dalam kenyataan seseorang atau bisnis akan memiliki satu dari tujuannya adalah pertumbuhan modal. Disamping fakta bahwa pertumbuhan dapat di masukan kedalam model ekonomi (e.g model pertumbuhan deviden Gordon). Prediksi tingkat pertumbuhan dapat membuyarkan masalah.
Namun, income ekonomi secara teoritis dapat dianggap sebagai model income paling sempurna, karena nilai modal tidak terbantahkan berhubungan dengan arus kas. Nila modal juga memasukkan sumber daya manusia dan fisik dari sebuah entitas yang mendasari modal. Hal tersebut (ex ante income ekonomi) juga merefleksikan ‘guidance to prudent conduct’ i.e jumlah maksimum pemilik modal yang dapat dikonsumsi (atau dividen perusahaan yang didistribusikan) tanpa menggangu modal dan konsumsi masa depannya. Penilaian ini didasarkan pada prediksi arus kas masa depan sesuai untuk pengambilan keputusan (ini adalah dasar teknik penilaian discounted cash flow investasi dalam manajemen akuntansi). Income ekonomi juga memperhitungkan factor waktu (keuntungan ekonomi potensial menjadi lebih berharga sebagai realisasi relevant terdekat). Akhirnya tingkat pengembalian modal dispesifikasi sebagai panduan penginvestasioan kembali dan capital maintenance (Lee 1985).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...