Komitmen Struktur Organisasi Baru MES DIY

MESYOGYAKARTA–Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta dengan struktur organisasi yang baru memperkuat komitmennya untuk menyiapkan umat Islam berpindah ke substansi ekonomi syariah pada 2011 mendatang. Program yang akan dilaksanakan dalam periode kepemimpinan 2010-2013 tersebut akan ditekankan pada koneksi antara masyarakat dengan lembaga keuangan syariah.

”Kita akan mempersiapkan masyarakat dengan memberikan pemahaman tentang ekonomi syariah melalui sosialisasi. Di sisi lain, kita akan membantu industri keuangan syariah untuk lebih siap dalam menerima masyarakat tersebut,” ujar Ketua 1 MES yang akan menjabat sebagai Ketua Bidang Program periode 2010-2013, Priyonggo Suseno, Kamis (14/10).

Diakuinya, masih banyak kritikan terkait ekonomi syariah lantaran masyarakat belum bisa membedakan antaran lembaga keuangan syariah dengan lembaga keuangan konvensional. Sementara di sisi lain, lembaga keuangan syariah belum cukup konsisten dalam mengadopsi konsep ekonomi syariah. ”Masyarakat banyak yang tidak paham apa itu ekonomi syariah, sehingga ke depan, kita ingin mengarahkan pemahaman masyarakat. Lembaga ekonomi syariah pun begitu, juga harus konsisten dalam mengembangkan ekonomi syariah,” ujarnya.

Untuk melaksanakan program tersebut, MES DIY mengadakan restrukturisasi organisasi. Sebelumnya, MES hanya memiliki empat bidang yang diselenggarakan dengan konkret dan detail yakni bidang advokasi, sosialisasi, penguatan ekonomi syariah, dan riset. Pada periode baru ini, akan ada penambahan hingga tujuh bidang.

Priyonggo menyebutkan, bidang advokasi dan sosialisasi masih akan masuk dalam struktur MES periode 2010-2013. Bidang kepatuhan syariah menjadi bidang baru yang akan dimasukkan dalam struktur organisasi. ”Bidang itu akan membantu koreksi lembaga keuangan syariah untuk tetap konsisten dalam mengembangkan ekonomi syariah,” terangnya.

Bidang Etika Bisnis pun akan melengkapi struktur organisasi MES. Bidang ini akan membantu mencermati praktek-praktek bisnis yang tidak menjalankan etika, termasuk di dalamnya media. ”Dengan bidang etika bisnis ini, kita ingin MES lebih dirasakan kehadirannya di masyarakat,” ujarnya.

MES akan memiliki Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam periode yang baru. Bidang ini bertugas untuk mengkoneksikan elemen masyarakat. ”Di Yogya, sudah banyak lembaga pemberdayaan masyarakat seperti LSM, Lembaga Zakat, dan Kampus, tetapi jalan sendiri-sendiri. MES ingin menyambungkan program yang belum digarap oleh ketiganya, sehingga ada program yang bisa dikerjakan bersama-sama,” jelasnya.

Priyonggo mengungkapkan, untuk keorganisasian, MES belum memiliki pengurus yang secara optimal berkinerja dalam organisasi. Karena itu, pihaknya menciptakan bidang keorganisasian. ”Bidang ini akan mengurusi bagaimana menghidupi MES,” ujarnya.

Sementara untuk lebih mengintensifkan kinerja dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat dibentuk bidang pendidikan ekonomi syariah. Selain itu, dibentuk pula empat komisi baru yakni perbankan syariah, keuangan syariah non bank, keuangan mikro syariah, dan syariah non keuangan. ”Sebelumnya kita belum memiliki komisi. Keempat komisi yang kita bentuk baru ini akan merespon kebutuhan temporer masyarakat,” ujarnya.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...