Kinerja KPR OCBC Syariah tembus Rp 74 Miliar

ekonomi islamKredit kepemilikan rumah OCBC NISP Syariah menunjukan pertumbuhan signifikan. Sejak resmi diluncurkan akhir 2010 lalu, sektor yang mendominasi keseluruhan pembiayaan unit usaha syariah (UUS) PT Bank OCBC NISP ini, berhasil menembus Rp 74 miliar.

Menurut Head of Syariah Business, Syariah Business Unit OCBC NISP, Koko T Rachmadi, strategi akad yang berbeda dengan kebanyakan produk syariah menjadi salah satu keungulan. “Kita menggunakan musyarakah mutanaqisas, jadi lebih adil,” ujarnya.

Peluang pasar juga digarap optimal. Ia mengaku, untuk KPR, OCBC NISP menargetkan mampu meraih pasar kelas menengah ke atas dengan penetrasi di sejumlah kota-kota besar.

Diutarakannya, untuk memperluas pasar, OCBC NISP Syariah juga memanfaatkan distribusi dengan para pengembang (developer). Secara nasional OCBC NISP Syariah melalui OCBC NISP memiliki kerja sama dengan 800 pengembang, di mana 270 pengembang di wilayah Jabodetabek.

Bukan hanya perumahan, Koko mengaku OCBC NISP Syariah juga mencoba KPR untuk bangunan apartemen. “Tapi yang penting fisiknya ada, bukan tanah,” jelasnya.

Hingga akhir 2011, unit syariah ini mengharapkan pertumbuhan KPR hingga Rp 135 miliar. Koko berujar tak menutup kemungkinan, OCBC NISP juga bakal mengembangkan KPR dengan akad lainnya seperti murabahah dan ijarah.

Di semester pertama ini, OCBC NISP Syariah membukukan aset sebesar Rp 300 miliar. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 190 miliar dengan komposisi tabungan dan giro sebesar 75 persen serta deposito sebesar 25 persen.

Musyarakah mutanaqisas merupakan bentuk kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk kepemilikan suatu barang atau asset. Kerjasama ini akan mengurangi hak kepemilikan salah satu pihak sementara pihak yang lain bertambah hak kepemilikannya tentunya dengan equivalent rated (keuntungan) tertentu.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...