Kerangka Kerja Analisis Kinerja Bank

Analisis Kinerja BankKerangka kerja atau inti sari manajemen kinerja diberikan oleh pengaturan-pengaturan bagi pencapaian kesepakatan mengenai persyaratan dan penghargaan kinerja, persiapan rencana kerja, mengelola kinerja di sepanjang tahun dan mengevaluasinya.

Di dalam kerangka kerja ini, terdapat factor-faktor lingkungan seperti budaya, gaya manajemen, dan struktur yang dapat mempengaruhi prosedur manajemen kinerja, garis panduan, dokumentasi, dan proses penting yang membuatnya berjalan dengan lancer ( penentuan sasaran, analisis atribut, dan kompetensi, memberikan umpan balik dan coaching ).

Dalam menganalisis kinerja sebuah bank, ada dua kerangka kinerja yang harus diperhatikan, yaitu kinerja internal dan eksternal.

1. Kinerja Internal

Kinerja internal, meliputi:
• Penerapan teknologi dapat menarik pelanggan.
• Semua bank harus tunduk pada hukum dan peraturan otoritas moneter yang relevan.
• Kegagalan untuk tunduk akan mendorong beberapa bentuk tindakan pengawasan.
• Kepercayaan publik berkaitan dengan persepsi pasar atas keamanan dan kesehatan bank.

Langkah perencanaan internal adalah menentukan tujuan-tujuan bank yang akan diperoleh. Setiap tujuan bank dikembangkan lalu diterjemahkan dalam sasaran-sasaran yang spesifik dan dapat dikuantifikasi. Dengan sasaran-sasaran yang dikuantifikasi, manajemen memformalkan proses perencanaan. Perencanaan bank secara formal dinyatakan dalam perencanaan anggaran dan perencanaan strategik.

Perencanan Anggaran adalah pernyataan mendalam yang diharapkan untuk menurunkan tujuan2 ini pada level departemen bank. Perencanaan strategik mencoba untuk mengan-tisipasi perkembangan kondisi-kondisi internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi pencapaian atas sasaran-sasaran bank dalam jangka panjang. Perencanaan strategik berkaitan dengan efektivi-tas dalam mencapai sasaran-sasaran, sedangkan anggaran berfokus pada efisiensi biaya.

Operasi teknologi dapat mengembangkan kinerja internal dalam sejumlah cara, misalnya:
a. Penyediaan informasi yang lebih tepat waktu & akurat.
b. Jasa-jasa keuangan yang terotomasi.
Dalam jangka panjang, otomasi dapat mengurangi biaya operasi.

Selain itu, pengembangan pegawai juga dilakukan karena bank-bank komersial mensyaratkan angkatan kerja dengan keahlian tinggi. Pelatihan yang berkelanjutan bagi pegawai untuk menyesuaikan dengan perubahan-perubahan dalam regulasi bank adalah penting. Pengembangan dapat juga dilakukan dengan pengembangan program-program kepuasan kerja.

2. Kinerja Eksternal

Kinerja eksternal tercermin dalam kemampuan bank untuk menanggulangi para pelanggan, pesaing, regulator, dan publik secara sukses.

Pangsa pasar yang mempunyai lingkup atas asset-asset, pinjaman-pinjaman, dan jasa-jasa keuangan total yang dikuasai bank dalam bagian bisnis relatif terhadap bank lain. Kegagalan untuk memenuhi permintaan pasar secara normal akan menghasilkan penurunan dalam pangsa pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...