Kemenkeu Lakukan Beauty Contest Agen Penjual Sukuk Ritel

Sukuk RitelKementerian Keuangan melakukan beauty contest seleksi terhadap perusahaan dan bank yang mengajukan diri sebagai agen penjual sukuk ritel. Pada tahun depan pemerintah berencana menerbitkan sukuk ritel ketiga atau dengan seri SR003.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Pengelolaan Utang Kemenkeu, Dahlan Siamat, mengatakan sampai batas pendaftaran agen penjual sukuk ritel pada minggu lalu terdapat 21 perusahaan efek dan bank umum yang mengajukan proposal ke Kemenkeu. Namun, jumlah yang akan ikut beauty contest ada 20 buah, terdiri dari 13 bank umum konvensional dan syariah dan tujuh perusahaan efek.

“Sekarang kita belum bisa tentukan berapa jumlah agen yang akan menjual sukuk ritel. Untuk penunjukan agen penjual baru akan ditetapkan menteri pada 6 Januari mendatang,” kata Dahlan kepada Republika, Rabu (22/12).

Dahlan mengungkapkan masa penawaran sukuk ritel bertenor tiga tahun ini akan dilakukan pada pertengahan Februari, mulai 7-18 Februari dan setelmen pada 23 Februari. Masa penawaran yang ditetapkan tersebut dinilai cukup menampung permintaan dari masyarakat. Sementara mengenai target indikatif sukuk ritel dan nilai kupon, lanjutnya, masih terlalu dini untuk ditentukan besarannya.

Dahlan menambahkan pada 2011 pemerintah akan tetap melakukan penerbitan sukuk dengan berbagai metode, baik lelang, bookbuilding, maupun private placement. Pada 2010 jumlah sukuk pemerintah yang telah diterbitkan mencapai Rp 27 triliun. Sejak pemerintah mulai menerbitkan sukuk pada 2008 sampai kini total sukuk yang diterbitkan Rp 44,2 triliun. Ia menambahkan potensi keuangan syariah di Indonesia yang begitu besar telah menarik investor yang berminat pada investasi beretika.

Namun, Dahlan menuturkan untuk target penerbitan total sukuk di tahun depan belum dapat disebutkan. “Untuk sementara strategi dan kebijakan pemerintah sukuk belum bisa disebutkan berapa targetnya per tahun karena pasarnya belum terbentuk. Jadi untuk target kita selalu sebutkan target surat berharga negara yang didalamnya ada surat utang negara dan surat berharga syariah negara,” papar Dahlan. Pada 2011 target penerbitan surat berharga negara netto sekitar Rp 126,7 triliun.

Sementara untuk sukuk korporasi, sebelumnya Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Fuad Rahmany, mengatakan sukuk korporasi di Indonesia telah berkembang cukup pesat dengan rata-rata pertumbuhan 37 persen per tahun. “Namun jika dilihat dari market sharenya baru 3,9 persen, ini berarti kita masih harus kerja keras mengembangkannya,” kata Fuad. Ia menambahkan dengan krisis ekonomi global yang terjadi pada 2008 silam membuat dunia melirik ke instrument berbasis syariah.

Presiden Direktur CIMB Securities, Bernard Thien, mengakui potensi sukuk di Indonesia masih sangat besar. Namun saat ini penanganan sukuk yang diarranger CIMB mayoritas masih dilakukan di Malaysia. “Untuk mendorong penanganan sukuk oleh CIMB di Indonesia kita berencana mendatangkan satu orang dari Malaysia tahun depan,” kata Bernard.

Pemerintah mulai menerbitkan sukuk ritel sejak 2009. Pada penerbitan sukuk awal tahun ini pemerintah menyerap sukuk ritel sebesar Rpp 8,033 triliun dari jumlah pemesanan sebanyak Rp 8,749 triliun. Sedangkan pada penerbitan sukuk ritel perdana di Januari 2009 penawaran yang masuk mencapai Rp 5,556 triliun dan seluruhnya diserap oleh pemerintah.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...