Indonesia Kordinator Gerakan Wakaf Asia Tenggara

ekonomi islamSebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia sangat berpotensi untuk mengembangkan salah satu instrumen dari ekonomi Islam yaitu wakaf. Seperti yang diketahui, pada tahun 1997 Indonesia pernah menjadi tuan rumah Muktamar Menteri-Menteri Wakaf dan Urusan Islam dari negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Menindak lanjuti hal tersebut, Badan Wakaf Indonesia (BWI) melakukan kerja sama dengan Kuwait Awqaf Public Foundation (KAPF) dan Islamic Research and Training Institute-Islamic Development Banking (IRTI)-IDB untuk mengembangkan dan memproduktifkan aset wakaf yang ada di Negara-negara Asia Tenggara.

Kerja sama tersebut dibuktikan dengan diadakannya Simposium Wakaf Internasional yang diadakan di Jakarta mulai kemarin Senin (6/6) sampai Kamis depan. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh 10 negara Asia Tenggara ditambah New Zeland.

Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk saling tukar pengalaman antar Negara tentang pengembangan wakaf di negerinya masing-masing. Sehingga pada nantinya Negara-negara Asia Tenggara dapat lebih memproduktifkan aset wakaf agar berguna bagi pembangunan perekonomian umat.

Menurut Wakil Sekertaris BWI Cholil Navis, Indonesia memang sejak dulu telah konsen mengembangkan wakaf. Terbukti dengan adanya Muktamar tahun1997 lalu dibentuknya BWI pada tahun 2007, adanya Gerakan Nasional Wakaf Produktif yang dimulai tahun 2010.

“Kini kami mencoba membuat suatu gerakan internasional yaitu Gerakan Wakaf Asia Tenggara yang kordinatornya adalah Indonesia,”tandasnya.

Sumber : PKES Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...