Indonesia Aid Dhompet Dhuafa Gelar Malam Apresiasi “Pray For Japan”

Gempa dan Tsunami JepangUntuk membangkitkan solidaritas bagi korban bencana gempa dan tsunami di Jepang, nanti malam Indonesia Aid Dhompet Dhuafa akan menggelar Malam Apresiasi “Pray For Japan” yang diadakan pada Selasa malam (22/3) di halaman depan Gedung RRI, Jalan Merdeka Barat, Jakarta. Acara tersebut juga akan dimeriahkan oleh para artis, tokoh masyarakat, budayawan, dan relawan kebencanaan membacakan puisi dan orasi serta doa dalam acara ini.

M. Arifin Purwakananta, Resource Director Dompet Dhuafa, mengatakan gempa dahsyat berkekuatan 8,9 Scala Richter mengguncang Jepang pada Jumat, 11 Maret 2011 lalu, menyisakan duka mendalam bagi Negeri Sakura, dan juga dunia internasional. Belasan ribu orang dinyatakan tewas dan puluhan ribu lainnya masih belum jelas nasibnya. Kerugian materi mencapai ratusan triliun rupiah. Selain proses evakuasi dan pencarian terhadap korban gempa dan tsunami, Jepang juga menghadapi ancaman radiasi nuklir setelah beberapa reaktor nuklir meledak akibat gempa dan tsunami.

Sebagai bentuk solidaritas terhadap bencana yang terjadi di Jepang, Dompet Dhuafa membentuk Tim INDONESIA AID. Cabang Dompet Dhuafa di Jepang, turun ke lokasi bencana sejak hari pertama bencana terjadi. Tim ini memasuki kawasan Sendai, di Provinsi Miyagi, kawasan paling parah terkena gempa dan tsunami dan menyalurkan susu, genset, makanan kaleng, selimut, dan kompor gas mini kepada para pengungsi. Tim INDONESIA AID Dompet Dhuafa juga telah berkoordinasi dengan dengan pejabat Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Miyagi.

Tim INDONESIA AID terdiri dari 1 orang relawan ahli dari Jakarta, 5 orang relawan Dompet Dhuafa Jepang, dan sekitar 15 orang relawan yang direkrut dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jepang.

“Kita akan mengirim tim tambahan 2 orang relawan Dompet Dhuafa dari Jakarta, dan 4 orang relawan lainnya dari Dompet Dhuafa Hong Kong,” kata M. Arifin Purwakananta

Dompet Dhuafa berencana menyalurkan bantuan senilai Rp 2 miliar untuk bencana gempa dan tsunami di Jepang. “Bantuan ini berasal dari masyarakat di Tanah Air dan TKI yang ada di Hong Kong,” lanjut Arifin. Menurutnya, perjanjian kerjasama antara Dompet Dhuafa dan Pemerintah Provinsi Miyagi sudah dibuat dan segera ditandatangani di Sendai, Provinsi Miyagi, Jepang.

Meskipun Jepang sangat cepat menangani bencana yang terjadi di negeri mereka, namun bantuan dari dunia internasional tetap dibutuhkan. Berbagai negara sudah mengirimkan relawan terbaik mereka, juga bantuan logistik dan uang.

“Jepang termasuk negara yang banyak membantu Indonesia ketika berbagai bencana menimpa negeri ini. Jadi, kita selayaknya ikut membantu saat mereka membutuhkan bantuan,” tambah Arifin.

Sumber : Pkes Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...