Income variable

Perubahan ekspektasi pada kondisi ketidak pastian akan menyebabkan keuntungan dan kerugian yang tak terduga terkait dengan perubahan harapan. Hal ini mengarah pada persoalan redifinisi periode well-offness yang harus dipertahankan menurut konsep Hicks mengenai income. Untuk menghindari hal masalah ini Alexander (1977) menyarankan konsep income variable yang lebih dekat dengan akuntansi income yang mengeluarkan keuntungan dan kerugiaan tak terduga (unexpected)
Ia mendefinisikan income variable sebagai:

“net receipt from an asset over a period plus or minus a pre-determined adjustment factor , namely , the expected change in the ex-dividend value of the asset between the beginning and end of the period on the basis of the expectations current at the beginning of the period (Alexander 1977)
Variable income = Ra + V1e-Voa,
dimana Ra = Actual Receipts for the period, V1e= expected value of equity at end of period based on expectations at beginning of period and Voa= actual beginning of year equity value.Meskipun begitu, aplikasi model ini terhadap income bisnis menimbulkan kekomplekkan, contohnya, pemisahan penerimaan bersih antara income dan perubahan komposisi asset. Maka pertanyaanya adalah apa yang dilakukan dengan perubahan ekspektasi antara awal dan akhir periode. Jika perubahan-perubahan ini muncul terkait dengan aktifitas manajerial hal ini harus dimasukkan dalam income tapi kemudian memunculkan pertanyaan bagaimana untuk memisahkan hasil perubahan ekspektasi yang diakibatkan oleh factor eksternal. Meskipun begitu Alexander menyarankan bahwa dibawah harga konstan, keuntungan penjualan adalah perkiraan yang dapat diterima bagi variable income kecuali:
(i) Dimana jika terdapat perubahan signifikan pada goodwill sebagai konsekuensi tindakan periode income tertentu atau perubahan yang diharapkan dalam posisi penjualan perusahaan dan
(ii) Dimana terdapat divergensi matrial produksi dan penjualan
Evaluasi Alternatif
Evaluasi pengukuran income adalah dependen pada tujuan ukuran tersebut digunakan, semua model memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Berdasar pada tujuan kriteria tertentu untuk mengevaluasi alternative-alternatif ini dapat dilakukan.
Perbedaan antara alternative asset-valuation dan model income-determinatioan muncul dari atribut pengukuran yang berbeda (historic cost, replacement cost, Net Realizable value and Present and capitalized value) dan unit pengukuran (dolar konstan atau dolar nominal) yang digunakan. Tiap dasar penilaian memberikan konsep tertentu dari capital maintenance dan konspe income tertentu.
Belkaui (1992) membandingkan model-model tersebut berdasarkan pada apakah mereka menghindari waktu atau unit pengukuran error dan menilai model berdasar pada kemampuan untuk diiterpertasikan dan relvansinya. Timing error dihasilkan ketika perubahan pada nilai yang muncul dalam satu periode diakui dan dihitung pada waktu lain. Hal ini akan menjadi pengakuan perubahan yang lebih disukai yang harus berlangsung pada waktu periode perbuhan muncul sebagai “profit didistribusikan pada seluruh proses aktifitas bisnis” ia menyimpulkan bahwa:
(1) income biaya historis menyediakan dasar perhitungan pajak dan dividend serta untuk evaluasi performance. Hal ini teruji secara waktu dan versi income yang paling lama diterima oleh akuntan terkait ‘objektifitasnya’, veriviabiltas, praktek dan kemudahan pemahamannya. Namun, income biaya histori memasukkan error pada timing dan measuring-unit. Meskipun begitu hal-hal tersebut ditafsirkan sebagai income uang i.e modal uang dipertahankan tapi tidak relevan karena commend of goods (COG) i.e kemampuan untuk membeli barang dan jasa yang dibutuhkan untuk mempertahankan modal yang tidak diukur.
(2) Replacement cost accounting (income bisnis); keuntungan operasional kini merepresentasikan “distributable income” atau jumlah maksimum dividen perusahaan bisa bayar dan mempertahankan kapasitas produksinya. Realisasi komponen penahanan keuntungan bisnis income adalah indikator efisiensi penahanan sumberdaya pada poin penjualan dan dapat bertindak sebagai prediktor performance operasional. Penggantian lebih jauh biaya income berisi timing error hanya pada operating profit tapi tidak berisi pengukuran unit error. Income bisnis dapat ditafsirkan sebagai salah satu yang mempertahankan kapasitas produksi perusahaan dan asset ditafsirkan sebagai ukuran commend goods
(3) Income realisasi (menggunakan NRV) tidak berisi timing error meski berisi pengukuran unit error. Income ditafsirkan sebagai indokator kemampuan perusahaan untuk melequidiasi dan beradaptasi pada situasi ekonomi baru dimana asset ditafsirkan sebagai ukuran commed good pada out put pasar.
Pada kasus Islam dan masyarakat Islam, mereka punya peraturannya sendiri, persyaratan dan prioritas yang sama tapi di banyak hal berbeda dari kapitalis barat. Evaluasi model income dimulai dengan pandangan Islam, tujuan dan prioritas dan apa kata tradisi Isam tentang penilaian dan pengukuran, meski kriteria untuk mengevaluasi model tersebut berbeda, dengan demikian evaluasi model income akan memillki perbedaan sampai sejumlah isu-isu sebelumnya didiskusikan dan kriteria penilaian dibuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...