IMF: Aset Perbankan Syariah 2016 Capai 1 Triliun Dolar

Perbankan Syariah
NEW YORK-–Dana Moneter Internasional memperkirakan aset perbankan syariah akan tumbuh 15 persen per tahun, dimana aset tersebut akan berjumlah 1 triliun dolar AS pada 2016. Dalam satu dekade terakhir industri perbankan syariah adalah salah satu yang mengalami pertumbuhan tercepat di dunia keuangan global dengan pertumbuhan antara 10-15 persen per tahun.

Tingkat pertumbuhan perbankan syariah yang begitu cepat dimotori oleh meningkatnya permintaan dari umat muslim, meningkatnya pendapatan minyak di Timur Tengah, dan minat investor non muslim akan praktek perbankan beretika. Sebagaimana dimuat laman The Street, Jumat (17/9), perbankan syariah kini menjadi bagian penting dari ekonomi global dengan kehadiran di 75 negara.

Timur Tengah memiliki pangsa perbankan syariah terbesar dari sisi aset dengan 60 persen. Hal itu didukung oleh beroperasinya tiga bank terbesar di sana, yaitu Al Rajhi Bank, Bank Saderat Iran, dan Kuwait Finance House.

Saat Timur Tengah menjadi pusat nadi dari perbankan syariah, sektor keuangan Malaysia juga memperkukuh posisinya sebagai pusat keuangan syariah. Keberhasilan perbankan syariah Malaysia tersebut didukung oleh kuatnya dukungan dan implementasi peraturan pemerintah, melibatkan bank konvensional dalam pengembangannya, dan terus mendukung lembaga-lembaga keuangan lainnya.

Sementara di luar negara dengan mayoritas muslim, Inggris mengambil posisi sebagai pusat keuangan syariah di negara Barat. Ketika HSBC Holdings menawarkan pembiayaan perumahan sesuai dengan prinsip syariah pada 2004, hampir setengah dari nasabahnya adalah non muslim karena tertarik dengan pricing yang diberikan HSBC.

Namun Islamic Bank of Britain yang berbasis di Birmingham tercatat menjadi bank syariah ritel pertama di negara minoritas muslim. Lembaga keuangan lain yang sebelumnya beroperasi di negara-negara muslim pun membuka unit syariah di Inggris.

Tak hanya itu, layanan keuangan syariah yang dilakukan oleh lembaga keuangan lainnya juga meluas. Citigroup meluncurkan operasi bank syariahnya pada 1981 dan telah mengelola transaksi syariah di Eropa, Asia, Amerika Latin, Afrika, dan Timur Tengah. Pada Juni 2006 Deutsche Bank melakukan joint venture dengan Ithmaar Bank dan Abraaj Capital. UBS juga mengoperasikan keuangan syariah di Timur Tengah.

Perbankan syariah beroperasi sesuai dengan prinsip Islam. Aspek penting dari sistem perbankan ini adalah tujuan mendasarnya yang bertujuan menciptakan distribusi kekayaan yang adil. Sistem bagi hasil dan rugi yang menjadi tulang punggung dari keuangan syariah pun membuatnya berbeda dari perbankan konvensional.

Perbankan syariah dilihat sebagai industry yang lebih terkendali dan cukup aman dalam mengelola aset keuangan. Hal itu disimpulkan karena bank syariah tak terkena dampak besar dari krisis keuangan global beberapa waktu lalu dibanding dengan bank konvensional.

Dalam tiga tahun terakhir, bisnis Al Rajhi Bank meningkat 4,4 persen, sementara Kuwait Finance House mengalami kerugian sekitar 41,9 persen. Di periode yang sama bisnis Citigroup dan Bank of America melorot 91,5 persen dan 72,5 persen.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...