IDB Setujui Pinjaman 780,7 Juta Dolar AS

Sidang tahunan Islamic Development Bank (IDB) yang berlangsung di Azerbaijan beberapa waktu lalu menyetujui jumlah pinjaman dengan total 780,7 juta dolar AS kepada 19 negara anggota. Salah satunya adalah Suriname.

Suriname bergabung dengan Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada 1996 dan ikut serta ke IDB pada 1997 ketika hubungan kerja sama dengan Belanda sedang surut di masa itu. Tujuan Suriname sendiri bergabung dengan IDB adalah untuk mencari sumber pembiayaan baru dan mengurangi ketergantungan pada Belanda.

Seperti dikutip laman caribbeannetnews, Rabu (30/6), sejak 1999 sampai 2010 Suriname telah mengajukan 15 proyek ke IDB, dan sekitar enam proyek sudah disetujui. Di masa awal kepemimpinan Presiden Suriname, Ronald Venetiaan, pemerintah agak skeptis terhadap hubungan dengan dunia Islam dan karenanya hubungan Suriname dengan OKI dan IDB tidak ditangani serius.

Namun hal tersebut kini berubah saat Venetiaan menjabat sebagai presiden untuk kedua kalinya. Dalam sidang tahunan ODB di tahun ini, Suriname diwakili oleh Acting Governor, John Harold Kolader, serta Kepala Departemen Hubungan Internasional Bank Sentral Suriname dan ekonom, Malkel Soekhnandan.

Dalam sidang tahunan IDB, penandatanganan pembiayaan di antaranya dilakukan oleh Azerbaijan, Bahrain, Burkina Faso, Lebanon, Mali, Mozambik, Nigeria, Pakistan, Suriname, Suriah, Tajikistan, Uganda, Iran, dan Malaysia. IDB yang dibentuk pada 1975 memiliki tujuan utama untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan sosial negara-negara anggotanya. Sejak dibentuk pertama kali modal dasar IDB telah bertambah 15 kali lipat, dari dua miliar ID menjadi 30 miliar ID.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...