HSBC Singapura Rangkul Guru Kembangkan Keuangan Syariah

HSBCAmbisi Singapura untuk aktif di ranah keuangan syariah memang tak main-main. Namun, kurangnya tenaga profesional terlatih di bidang keuangan syariah menjadi hambatan serius bagi Singapura guna mewujudkan tekadnya.

Maka, melalui salah satu pelaku industri keuangan syariah mereka, HSBC membuat terobosan dengan memberikan pelatihan dan pendidikan kepada para guru agama dan cendekiawan Muslim di negera mereka. HSBC menggandeng Asosiasi Guru Agama dan Cendekiawan Muslim Singapura (The Singapore Islamic Scholars and Religious Teachers Association/PERGAS) untuk memberikan pelatihan dan pendidikan keuangan syariah tersebut.

Direktur Utama HSBC Insurance Singapore, Walter de Oude, mengatakan kegiatan pelatihan dan pendidikan keuangan syariah bersama PERGAS dilatarbelakangi potensi pertumbuhan industri asuransi syariah di negara mereka. Saat ini, industri asuransi syariah atau takaful di Negeri Singa mengalami pertumbuhan antara 20 persen sampai 30 persen setiap tahunnya.

“Untuk menangkap peluang pertumbuhan ini, HSBC memulai kerja sama pelatihan dan pendidikan dengan PERGAS agar mereka memahami seluk-beluk tentang asuransi syariah,” ujar Walter seperti diberitakan laman Channel News Asia.

Walter melanjutkan, sejauh ini, pengetahuan tentang asuransi syariah di kalangan komunitas Muslim masih sangat terbatas. Karenanya, HSBC berharap, melalui pelatihan dan pendidikan ini, penyebarluasan pengetahuan tentang asuransi syariah bisa lebih cepat terlaksana. “Nanti mereka yang akan membawa pemahaman tentang asuransi syariah kepada komunitasnya masing-masing,” jelas Walter.

Dikatakan, program pelatihan ini akan segera dimulai Desember ini. Untuk gelombang pertama, sudah ada 20-30 calon peserta. Asisten Direktur Eksekutif PERGAS, Hajah Mohaideen, menyatakan, program pelatihan juga bisa menjadi wahana untuk sumbangsih pikiran dari para guru agama dan sarjana Muslim dalam memberikan pandangan-pandangan syariah terhadap produk takaful. “Kami sadar masih banyak kekurangan dalam aplikasi asuransi syariah saat ini, khususnya dari aspek sudut pandang agama,” imbuh Mohaideen.

Industri asuransi syariah global terus tumbuh dari tahun ke tahun dan diproyeksikan mencapai nilai 7,7 miliar dolar AS pada 2012. Sementara itu, industri asuransi syariah Singapura kini sudah mencapai 130 juta dolar AS.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...