Ghana Kembangkan Industri Keuangan Mikro Syariah

Ghana Kembangkan Industri Keuangan Mikro Syariah

Lembaga keuangan mikro selama ini dikenal dunia sebagian besar berada di Bangladesh dan Indonesia. Dari sebuah survei terhadap 125 lembaga di 19 negara Muslim, sebagian besar pembiayaan mikro syariah terdapat di Indonesia dan Bangladesh, di mana masing-masing telah melayani sekitar 80 ribu nasabah dan 300 ribu nasabah UKM.

Namun kini Ghana pun mulai merambah industri tersebut dengan terbentuknya Ghana Islamic Microfinance. Lembaga itu sendiri menjadi lembaga keuangan mikro syariah pertama di negara yang terletak di bagian barat Afrika ini. Ghana Islamic Microfinance yang akan memulai operasinya pada September 2010 ini telah menyiapkan dana awal 5 juta dolar AS.

Direktur Utama Ghana Islamic Microfinance, Kwaku Yamoah Kyei, mengatakan dalam operasinya pihaknya melakukan bisnis berdasar bagi hasil antara perusahaan dan nasabah. Lembaga keuangan yang mendasarkan operasinya pada prinsip Islam ini akan menyalurkan dana ke usaha yang tak bertentangan dengan Islam.

Kyei menuturkan, Ghana Islamic Microfinance terbentuk karena ia menemukan lembaga keuangan mikro di negaranya sebagian besar telah mengeksploitasi kaum miskin. ”Sistem pinjaman lembaga keuangan mikro yang mencekik dan mengeksploitasi kaum miskin mengakibatkan meningkatnya kemiskinan, alih-alih membuat perbaikan,” katanya, dikutip laman peacefmonline, Senin (12/7).

Ghana Islamic Microfinance, jelas Kyei, beroperasi untuk mencegah praktek-praktek pinjaman lintah darat. Selain itu juga untuk membantu masyarakat sangat miskin dan menyalurkan dana tanpa bunga ke pengusaha mikro untuk menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bagi para penganggur.

Sumber : republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...