Fungsi Intermediari BPRS

BPRS
Zona Ekonomi Islam-–Fungsi intermediary Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) tercatat optimal, dimana rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga (financing to deposit ratio/FDR) tercatat 135,74 persen.

Berdasar Statistik Perbankan Syariah BI, di sisi dana pihak ketiga (DPK) per Juli tercatat Rp 1,4 triliun, terdiri dari tabungan Rp 590 miliar dan deposito Rp 828 miliar. Sementara pembiayaan yang disalurkan tercatat Rp 1,9 triliun. Mayoritas pembiayaan tersebut disalurkan ke sektor perdagangan sebesar Rp 599 miliar, selanjutnya ke jasa dunia usaha Rp 265 miliar, pertanian Rp 108 miliar.

Sisanya disalurkan ke pertambangan, perindustrian, konstruksi, listrik, transportasi, dan lainnya. Jumlah rekening di BPRS tercatat 644.855 nasabah, terdiri dari 519.848 nasabah DPK dan 144.957 nasabah pembiayaan. Di sisi aset BPRS secara nasional per Juli 2010 naik sekitar 33 persen. Berdasar Statistik Perbankan Syariah BI aset BPRS menjadi Rp 2,4 triliun dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,8 triliun.

Fungsi intermediari yang cukup baik juga ditunjukkan oleh BPRS Amanah Ummah dengan catan rasio pembiayaan terhadap DPK sekitar 100 persen. Direktur BPRS Amanah Ummah, M Abdul Khalid Mawardi, mengatakan pembiayaan dan DPK per Agustus masing-masing tercatat sekitar Rp 50 miliar. “Pembiayaan terutama difokuskan pada perdagangan dan usaha mikro dan menengah yang berada di sekitar Bogor,” kat Khalid, akhir pekan lalu.

Untuk terus menggenjot kinerjanya, lanjut Khalid, pihaknya pun berencana menambah kantor cabang pada tahun depan. “Untuk pengembangan tahun depan kita berencana membuka kantor cabang mendekati arah Sukabumi. Lokasinya belum ditentukan tapi nanti akan ke arah sana,” kata Khalid.

Demi mewujudkan rencana ekspansi tersebut, Khalid mengungkapkan pihaknya pun berencana mengajukan tambahan modal kepada para pemegang saham. “Untuk buka kantor cabang harus wajib ada tambahan modal. Kita akan mulai himpun modal terutama menawarkan kepada pemegang saham eksisting secara terbatas. Jika tidak, nanti kita akan cari saham baru,” kata Khalid. Ia menambahkan jumlah modal yang akan diajukan sekitar Rp 1,5 miliar.

Khalid menuturkan pengajuan penambahan modal dan penawaran kepada pemegang saham akan dilakukan di awal tahun depan. Sementara pembukaan kantor cabang akan dilakukan pada semester dua 2011. Per Agustus 2010 aset BPRS Amanah Ummah tercatat Rp 62 miliar.

Per Juli 2010, aset BPRS Amanah Ummah meningkat 18,35 persen menjadi Rp 59,1 miliar dibanding periode sama tahun lalu. Sementara di sisi DPK tercatat Rp 52,5 miliar, naik 18,93 persen. Pembiayaan juga tumbuh 15,12 persen menjadi Rp 48,7 miliar, serta laba berjalan tercatat Rp 1,3 miliar.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...