Epistimologi Ekonomi Islam

Epistimologi adalah teori tentang pengetahuan. Dalam bahasa inggris dikenal dengan “Theory of knowladge”. Secara terminologi epistimologi adalah cabang ilmu filsafat yang menyelidiki tentang keaslian pengertian, metode struktur, dan faliditas pengetahuan. Secara garis besar epistimologi dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang bersangkutan dengan pengetahuan dan dipelajari secara substantive, oleh karena itu epistimologi berkaitan dengan.

a. Filsafat yaitu sebagai cabang yang mencari hakikat dan kebenaran pengetahuan.
b. Metode, memiliki tujuan mengantarkan manusia mencapai tujuan.
c. Sistem, bertujuan memperoleh realitas kebenaran pengetahuan.

Dengan epistimologi akal manusia bisa mengalami kemajuan dari bentuk akal hayulani (materi) atau potensi menjadi akal bi alkamah (intelectus in habitu). Dan jika bila dikembangkan lagi bisa menjadi akal mustafad (acquired intelect) sehingga dapat menggambarkan apa yang ada di depannya.
Teori ekonomi Islam di bangun dari masalah faktual, sehingga kedekatan teori dengan teori lain, teori dengan praktek, saling berkaitan dalam ekonomi Islam. Ekonomi Islam dibangun bukan berdasarkan pandangan manusia sebagai mahluk ekonomi tetapi berdasarkan pandangan manusia yang diciptakan Tuhan dengan berbekalkan fitrah. Dan didasarkan atas empat aksioma yaitu ; equilbrium, free-will, unity, dan responbility.
Metodologi ekonomi Islam adalah mengungkap permasalahan yang multidimensial. Sikap ini digunakan untuk menjaga obyektifitas dalam mengungkapkan kebenaran dalam suatu fenomena. Unsur kemanusiaan akan secara alami menguji bahwa segala fenomena berujung pada keselarasan yang tidak berujung. Sikap ini melahirkan sikap dinamis dan progesif (sikap syukur yang lahir karena berhasil atau gagal merupakan hasil dari sebuah usaha untuk mendapat/mencari kebenaran).
Sedangkan kebenaran ilmiah dapat diuji dan ditemukan melalui :
a. Koheren merupakan suatu pernyataan yang dianggap benar apabila konsisten dan memiliki koherensi dengan pernyataan yang sebelumnya yang dianggap benar. Teori koheren menggunakan logika deduktif.
b. Koresponden yaitu, pernyataan yang dianggap benar apabila materi pengetahuan yang terkandung didalamnya berhubungan atau memiliki korespondensi dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Teori ini menggunakan logika induktif.
c. Pragmatis, suatu yang dianggap benar apabila memiliki kegunaan atau manfaat yang bersifat fungsional dalam kehidupan sehari-hari.
Epistimologi ini berasal dari tiga bagian yaitu :
i) Observasi
Merupakan upaya untuk melihat, mengamati dan mengevaluasi kenyataan yang ada, kemudian menetapkan asumsi, klasifikasi, abstraksi, hakikat, tipe ideal dengan menggunakan generalisasi. Observasi merupakan proses yang harus dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai suatu obyek.
Observasi diperlukan untuk menjadi suatu bukti atas fenomena yang ada yang berhubungan dengan aktivitas manusia. Dengan observasi manusia bisa melakukan aktifitas secara efisien dan memprediksikan suatu yang akn terjadi.
ii) Deduksi
Deduksi membicarakan cara-cara untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan bila lebih dahulu diajukan pertanyaan-pertanyaan. Kesimpulan yang sah pada suatu penalaran deduktif selalu merupakan akibat yang bersifat keharusan dari pertanyaan-pertanyaan yang lebih dahulu diajukan.
iii) Induksi
Induksi membicarakan tentang pengambilan kesimpulan dari pernyataan-pernyataan khusus. Pernyataan hanya bersifat probabilitas dari pernyataan-pernyataan yang telah diajukan. Manusia dapat menyimpulkan secara spesifik karena manusia diberi akal dan rasa yang dapat menyimpulkan secara spesifik atas fenomena-fenomena yang ada. Dalam ekonomi Islam hubungan informasi dapat dihasilkan dari Al-qur’an dan Hadits.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...