Ekonomi Syariah Lebih Tahan Goncangan Krisis

Konsep ekonomi berbasis syariah dinilai lebih tahan terhadap goncangan krisis global yang terjadi secara mendunia. Karena goncangan krisis ekonomi global terjadi akibat fundamental ekonomi yang dimiliki banyak negara tidak kuat.

Fundamental ekonomi berbasis syariah dinilai lebih kuat karena memiliki system yang bersumber dari imperatife wahyu Allah SWT untuk kesejahteraan umat manusia. ”Krisis ekonomi global terjadi karena fundamental ekonomi di banyak negara kurang kuat, sehingga sekarang ini konsep ekonomi berbasis syariah menjadi alternatif solusi yang dilirik banyak Negara,” kata Dr H Suherman Rosyidi, Direktur Program Magester Manajemen Unair (universita Airlangga) Surabaya saat menjadi narasumber seminar yang digelar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Mojokerto, di Mojokerto.

Suherman yang membawa materi berjudul Solusi Ekonomi Islam itu, mengungkap sejarah krisis ekonomi dunia yang terjadi mulai tahun 1929 hingga 2007. ”Inflasi yang tidak terkawal, defisit neraca pembayaran yang besar, kadar penukaran mata uang yang tidak seimbang, beban utang luar negeri yang terus membengkak, serta tingkat suku bunga yang tidak realistis merupakan gejala yang sama pada saat krisis ekonomi dunia terjadi,” jelas pria yang juga Ketua MES Jatim ini.

Agar fundamental ekonomi kuat, ekonom kelahiran Madiun ini menawarkan konsep ekonomi syariah dengan berbagai langkah. Di antaranya lenyapkan sistem bunga di perbankan, kerahkan system zakat, batasi SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan SBIS (Sertifikat Bank Indonesia Syariah), serta aktifkan lembaga Hisbah. ”Kalau semua itu dapat diterapkan, insya Allah fundamental ekonomi negara kita kuat terhadap goncangan krisis ekonomi global dalam bentuk apapun,” kata dosen luar biasa di IIUM Kuala Lumpur pada Tahun 2007 ini.

Sumber    : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...