DSN-MUI Membahas Penggunaan Dana Cadangan Bank Syariah

DSN-MUI Membahas Penggunaan Dana Cadangan Bank SyariahPenggunaan Dana cadangan Bank Syariah atau Profit Equalization Reserve (PER) dinilai penting untuk mendorong produk bank syariah lebih kompetitif. Saat ini Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) akan membahas tentang fatwa penggunaan dana cadangan tersebut.

Fatwa pengunaan dana cadangan bank syariah tersebut akan mulai dibahas bulan ini. “Kita akan bahas dari segi fatwa bagaimana, apa perlu fatwa atau tidak. Bulan ini kita bahas,” ujar Ketua DSN-MUI, Ma’ruf Amien, Kamis (16/2).

Penerapan Penggunaan dana cadangan ini dilakukan demi menjaga daya saing dan imbal hasil pada perbankan syariah. Penggunaan dana cadangan dapat dipakai ketika bagi hasil pembiayaan turun. Dengan begitu, minat deposan dapat terjaga, karena bagi hasil yang turun bisa ditutupi dengan dana cadangan.

Pembahasan penggunaan dana cadangan akan dilakukan bersama kelompok kerja dengan Bank Indonesia (BI). Target pembahasan penggunaan dana cadangan segera selesai sehingga tahun ini, penggunaan dana cadangan dapat dipakai di bank syariah.

Dalam penggunaan dana cadangan dapat dilakukan bank syariah jika dianggap perlu. Namun, langkah tersebut tidak bisa dijadikan aturan baku dalam perbankan syariah atau dijadikan program wajib.

Ketua DSN-MUI, Ma’ruf Amien, mengingatkan bahwa bank juga tidak diperkenankan untuk menahan bagi hasil nasabah sebagai dana cadangan. Ketika bagi hasil naik, bank harus memberikan hak nasabah. “Menahan bagi hasil harus seizin nasabah. Bank harus memberikan bagi hasil sesuai hak nasabah,” tegas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...