Dorongan Asuransi Bintang Terhadap Pertumbuhan Unit Syariah

Asuransi Bintang terus berusaha menggenjot bisnis unit syariahnya. Produk yang diunggulkan terutama adalah Bintang Medical Sharia.

Direktur Utama Asuransi Bintang, Zafar D Idham, mengatakan hingga Mei 2010 kontribusi Bintang Medical Sharia telah mencapai Rp 3 miliar. “Di tahun ini kita mempersiapkan volume syariah yang relatif besar dan untuk Bintang Medical Sharia kita targetkan sampai akhir tahun mencapai Rp 9 miliar. Bintang Medical Sharia ini sudah kita mulai kejar sejak empat bulan pertama,” kata Zafar usai rapat umum pemegang saham tahunan Asuransi Bintang di Graha Niaga, Kamis (3/6).

Ia pun optimistis premi Bintang Medical Sharia tersebut akan tercapai. Sejak 2008 kontribusi premi produk tersebut mengalami peningkatan cukup besar. Pada 2008 tercatat premi Bintang Medical Sharia sebesar Rp 887 juta, lalu meningkat menjadi Rp 2,4 miliar tahun lalu.

Sampai akhir tahun ini Asuransi Bintang menargetkan total premi syariah sebesar Rp 30 miliar. “Secara finansial return syariah agak lebih lambat dari konvensional, tetapi kami cukup optimis untuk unit syariah di tahun ini,” ujar Zafar. Pada 2009 unit syariah Asuransi Bintang membukukan premi Rp 22 miliar.

Pihaknya pun berkomitmen untuk memenuhi modal minimum unit asuransi syariah Bintang di tahun ini yang sebesar Rp 25 miliar. “Modal minimum asuransi syariah akan kita penuhi untuk tahun ini. Sumber modal bisa bermacam-macam, ada juga kemungkinan pengalihan kepemilikan aset,” kata Zafar. Pihaknya telah memenuhi modal minimum sebesar Rp 12,5 miliar tahun lalu dan saat ini modal minimum yang harus dipenuhi adalah Rp 25 miliar.

Secara total asuransi Bintang menargetkan premi Rp 180 miliar sampai akhir 2010, bertambah Rp 35 miliar dari pencapaian tahun lalu yang sebesar Rp 145 miliar. Pada kuartal I 2010 asuransi Bintang membukukan premi Rp 32 miliar, naik dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 30 miliar.

“Setelah krisis ekonomi global lalu, sekarang punya landasan kuat untuk produksi. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih baik dengan target laba Rp 6 miliar tahun ini,” kata Zafar. Pada 2009 Asuransi Bintang mencatat laba bersih Rp 3,6 miliar dan seluruh laba tersebut ditahan untuk pengembangan usaha.

Dari produksi asuransi Bintang di 2009 asuransi kebakaran menjadi mayoritas sebanyak 62,29 persen, kendaraan bermotor 19,24 persen,kargo 10,7 persen, dan varia 8,7 persen. Zafar menuturkan pihaknya pun akan terus menggenjot asuransi Varia hingga mencapai porsi 30 persen pada 2015 mendatang.

“Kita melihat Varia bisa memberi kontribusi margin lebih besar dari produk lain. Secara sistem kita punya hardware dan orang-orang yang bisa menggenerate bisnis varia ini dengan skala besar dan biaya rendah,” jelas Zafar. Dengan menggunakan sistem teknologi informasi terpadu yang dikembangkan Bintang, yaitu Next-G, tambah Zafar, akan dapat membantu meningkatkan bisnis Bintang.

Untuk mendukung pemasaran produk, ujar Zafar, kini pihaknya pun mulai merintis point of sales dengan membuka lima point of sales baru di Indonesia Timur dan pulau Jawa. “Walau bentuknya point of sales tapi karena didukung IT maka akan bisa beroperasi penuh seperti kantor penjualan,” ujar Zafar. Point of sales telah dibuka di Kediri dan Makassar dan selanjutnya akan menyusul di Balikpapan.

sumber : republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...