Desain kerja

Adalah sebuah pendekatan tugas-tugas yang terkadang dalam suatu pekerjaan bagi seseorang atau sebuah kelompok kerja. Terdapat tujuh komponen desain kerja yaitu:
1. Spesialisasi pekerjaan
Spesialisasi pekerjaan yaitu sebuah pendekatan yang menetapkan tugas-tugas yang unik atau khusus. Adam smith menyatakan bahwa komponen ini dapat membantu mengurangi biaya tenaga kerja monitor yang banyak memiliki banyak keahlian.

Hal ini dapat dicapai beberapa cara yaitu:
pengembangan keterampilan dan pembelajaran yang lebih cepat oleh karyawan karena adanya pengulangan
lebih sedikit waktu yang terbuang karaena karyawan tidak perlu mengubah pekerjaan atau perkakas.
Pengembangan perkakas yang khusus dan pengurangan investasi karena setiap karyawan hanya memiliki sedikit perkakas yang dibutuhkan untuk tugas tertentu.
Adapun keterbatasan spesialisasi pekerjaan adalah kegagalan system ini untuk menjadikan seorang karyawan untuk mengerjakan pekerjaan keseluruhan. Spesialisasi pekerjaan cenderung hanya membawa kemampuan manual karyaawan untuk bekerja.
2. Espansi pekerjaan
Latar belakang yang mendorong ekspansi pekerjaan yang lebih nervariasi adalah adanya teori bahwa variasi akan membuat pekerjaan lebih baik dan para karyawan akan menikmati kualitas lingkungan keja lebih baik. Pekerjaan dimodifikasi dalam berbagai cara yaitu:
pemekaran pekerjaan (job enlargement) yaitu pengelompokan beragam tugas yang bmemiliki tingkat keahlian yang hampir sama.
Rotasi pekerjaan (job rotation) yaitu sebuah versi pemekaran pekerjaan yang terjadi saat karyawan diperbolehkan untuk berpinah dari satu pekerjaan yang khusus kepekerjaan khusus lainya.
Pengayaan pekerjaan (job enrichment) yaitu sebuah metode yang memberikan karyawan tanggung jawab yang lebih, meliputi perencanaan dan pengendalian yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Pemberdayan karyawan (pemberdayan karyawan) yaitu kelanjutan dari pengayaan pekerjaan yang merupakan praktik dalam memperkaya pekerjaan, sehingga karyawan menerima tanggung jawab untuk beragam keputusan yang biasanya dikaitkan dengan staf ahli. Dengan kata lain, pemberdayan karyawan yaitu memperluas pekerjaan karyawan sehiungga tnnggung jawab yang lebih dan otoritas berpindah pada tingjkat operasi serendah mungkin. Pemberdayaan karyawan membantu mereka merasa memiliki pekerjaan mereka sehingga memiliki minat dalam diri meraka sendiri untuk mening katkan kinerja mereka.
3. Komponen psikologis
Adalah sebuah strategi sumber daya manusia yang efektif juga membutuhkan pertimbangan kompoinen psikoilogis dai desain kerja. Komponen-komponen ini memusatkan pada bagaimana mendesain pekerjaan sehingga memenuhi beberapa persyaratan psikologis minimum. Pekerjaan harus mencakkup beberapa hal sebagai berikut:
Keharusan keahlian, yang mensyaratkan karyawan untuk menggunakan beragam kahlian dan bakat.
Identitas pekerjaan, membolehkan karyawan untuk memandang pekerjaan sebagai sebuah kesatuan dan mengenali ttitik awal dan akhir pekerjan tersebut.
Arti pekejaan, memberikan pemahaman bahwa pekerjaan memiliki dampak kepada organisasi dan masyarakat.
Otonomi, menewarkan kebebasan, kemandirian, dan pertimbangan.
Umpan balik, memberikan memberikan informasi yang jelas secara rutin tentang kinerja.
Yang termasuk dalam lima unsur dalam desainnklerja aalah adanya konsisten akan pemekaran pekerjaan, peningkatan pekerjaan dan pemberdayaan karyawaan.
4. Tim-tim yang mandiri
Yaitu sekelompok insividu yang diberdayakan dan bekerja bersama-sama untuk meraih tujuan yang sama, tim-tim seperti ini dapat dikelola untuk tujuan jangka panjang atau pendek. Tim-tim iini efektif karena pada asarnya mereka dapat menyediakan pemberdayaan karyawan, memastikan adanya karakteristik pekerjaan inti dan dapat memuaskan banyak kebutuhan psikologis anggoata tim secara individu. Desain kerja yang diperluas menjadikan karyaan dapat menerima tanggng jawab yang lebih besar dan diharapkan karyawan dapat meni ngkatkan produktifitas dan kualitas produk. Diantara aspek positif lain dari perluasan kerja adalah berkurangnya tingkat perputaran karyawan, keterlambatan dan ketidakhadiran. Desain kerja ini memiliki keterbatasan. Adapun keterbatasan desain kaerja yang diperluas adalah:
biaya yang lebih tinggi
perbedaan individu
tingkat upah yang lebih tinggii
jumlah tenaga kerja yang lebih sedikiut
tingkat kecelakan yang meningkat
teknologi yang tersedia sekarang mungkin tidak mendukung adanya perluasan pekerjaan.
5. Motivasi dan system insentif
Pembahasan mengenai komponen psikologis dari desain kerja memberikan pandamhgan pada sejumlah factor yang berkontribusi pada kepusan kerja dan motivasi. Sebagai tambahan bagi factor psikolgis ini, terdapat actor uang. Uang sering kali bertindak sebagai penggerak psikologis sekaligus juga penggerak financial. Penghargaan keuangan dapat berbentuk sebagai bonus, pembagian laba dan keutungan dan system insentif.
bonus adalah penghargaan keuangan yang biasanya berbentuk pilihan tunai atau kepemilikan saham yang diberikan pada pihak manajemen.
Sistem pembagian blaba (profit sharing) adlah sebuah system yang memberikan sebagian laba perusahaan untukl dibagikan kepada karyawan. Sebuah variasi dari pembbagian laba (gain sharing) adalah sebuah system yang memberikan sebagian laba perusahaan untuk dibagikan pada karyawan. Sebuah variasi dari pembagian laba (gain sharing) adlah pembagian keutungan adlah sebuah system yang memberikan penghargaan pada karyawan bagi perbaikan kinerja organisasi.
Sistem insentif adalah sebuah system penghargaan karyawan yang didasarkan pada produktifitas perseorangan atau kelompok.

6. Ergonomic dan metode kerja
Dengan dasar yang diberikan taylor, telah dikembangkan satu i8lmu pengetahuan tentang kemampuan keterbatasan manusia. Ilmu pengetahuan ini sangat diperlukan karena manusia adalah makhluk yang mempunyai tangan, mata denagan kemampuan tertentu dan beberapa keterbatasan. Oleh karena itu manajer harusa mendesain pekerjaan yang dapat dilakukan, beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kemampuan dan keterbatasan manusia.
Manajer operasi tertarik untuk membangun suatu satu alat penghubung antara manusia daengan mesin. Penelitian akan alat penghubung ini dikenalk sebagai ergonomi (ergonomic). Ergonomic berarti penelitian terhadap kerja. Pemahaman tentang erganomi akan meningkatkan kinerja manusia.

Lingkungan kerja lingkunagan fisik dimana karyawan bekerja mempengaruhi kinerja, keamanan dan kualitas pekerjaan. Analisis metode (methodhe analysist) memusatkan perhatian pada bagaimana sebuah tugas dikerjakan, mengimbangkan prosedur kereja yang aman dan menghasislkan produk bermutu secara erfisien.apakah pekerjaan tersebut berupa mengendalikan mesin atau membuat atau merakuit komponen dengan mengunakan pengetahuan dari argonami dan analisois metode, insiunyur mwtode di beri tanggung jawab untuk memastiakan strandar kualitas dan jumlah yang sesuai yang telah di capai secara efisien dan aman.Analisis metode dasn metode berkaitan sangat berguna dalam lingkungan kantor dfan pabrik. Teknik metode di gunakan untuk menganalisis :
pergerakan individu atau bahan, analisis ini dio gunbakan dengan mengunakan diagram alr (gambar yamng di giunakan untuk menyelidiki pergerakan orang atau bahan ) dan diagram prosese ( penggambaran urutan langkah-langkah sebuah proses dengan menggunakan simbul-simbul )dengan jumlah detai yang berfariasi.
Aktifitas manusia dan Mesin, juga aktifitas Crew. Analisis ini di lakukan dengan mengunakan diagam aktifitas (sebuah cara untuk mningkatkan pemanfaatan seoreang operator dan sebuah mesin atau beberapa operator atau beberapa mesin.)diagram ini sebut juga diagram manusia mesin dan diagram crew.
Pergerakan anggota badan (terutama lengan dan tangan ) analisis ini di lakukan denagn menggunakan diagaram gerakan micro atau diagaram operasi ( diagram yangf di desain untuk menunjukan ekonomi gerakan denagn menunjukan gerakan yang tidak berguna dan waktu kosong ataua keterlambatan )

7. Tempat kerja yang visual (visual workplace)
Tempat kerja visual merupakan pengunaan beragam teknik komunikasi visual untuk mengkomunikasiskan informasi secara cep[at bagi semua pihak yang berkepentingan. Tampilan grapik yang di rancang secara baiok akan menghilangkan kebinguyngan dan mengantikan cetakan seta pekerjaan administrasi yang di mengerti. Sebab data di tempat berubah secara cepat dan sering. Maka menejer perlu membagi yang akurat dan terkini. Tempet kerja yang bersifat diunamis dengan adanya perubahan persyaratan spesifikasi, jadual dan sdetai lain yang di ingginkan pelanggan harus di komunikasikan secara cepat. System visual juga mengkomunikasikan gambaran yang lebih besar membantu karyawan untuk memahami keterkaitan antara aktifitas harian mereka dan kinerja organisasi secra keseluruan. Contoh simbul-simbul temnpat kerja visual antara lain: ketika bagian pengemasan selesai dan butuh barang selanjutnya untuk di kemas lagi dari bagian lain maka dinyhalakan lampu andon berwarna merah ( sebuah lampu untuk m,emanggil orang yang membneriu tanda adanya masalah ) tempat menaruh peralatan makan ( sendok ,garpu dfan pisau ) yang di desain berkecungan sesuai barang yang di tempatkan dalam menempatkan,agar tidak salah penempatan dan agar lebih cepat tujuan tempat kerja visual adalah untuk menghilangkan aktifitas yanmg tidak memberi nilai tambah dan semua bentuk pemborosan dengan cara memvisualkan semua masalah ketidak normalan dan standar yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Loading Facebook Comments ...