Demi Perbankan Syariah, Australia Tinjau Ulang UU Pajak

MELBOURNE–Pemerintah Australia mengumumkan akan meninjau kembali undang-undang perpajakan untuk menyingkirkan rintangan bagi sektor finansial Shariah. Asisten Menteri Keuangan Australia, Nick Sherry, menyatakan hal itu sebelum bertolak ke Timur Tengah untuk menghadiri suatu konferensi bisnis.

Menurut Sherry, berdasarkan hukum Islam, bank shariah dilarang memungut bunga dan tidak boleh melakukan investasi dalam bidang perjudian atau alkohol. Ia mengatakan, cara mengelola bisnis yang berbeda itu kadang-kadang dapat menempatkan sektor finansial Islam pada posisi yang dirugikan berdasarkan undang-undang perpajakan Barat.

Itu sebabnya, pemerintah berniat menata ulang UU Perpajakan agar sektor industri keuangan syariah bisa tumbuh subur di negeri ini. “Pasar perbankan syariah di Australia tak bisa dianggap enteng,” ujarnya.

Rencana Australia mengadopsi sistem keuangan syariah mulai mengemuka sejak 2008. Saat itu, Perdana Menteri Kevin Rudd menyatakan niatnya untuk serius menjadikan Australia “sentra industri keuangan syariah baru di Asia Pasifik”.

Para ahli industri mengatakan perbankan syariah adalah salah satu sektor yang memiliki pertumbuhan tercepat dalam
industri perbankan dunia. Perbankan syariah diprediksi bernilai 950 miliar US dolar di seluruh dunia. Asialink Islamic Banking Colloquium yang diselenggarakan di Melbourne tahun 2008 menyatakan, bank syariah berhasil keluar dari krisis ekonomi dengan memegang prinsip-prinsip Islam dalam menghimpun keuntungan dan bagi hasil antara bank dan nasabah.

Akademisi bank syariah dari Universitas Melbourne, Professor Abdullah Saeed mengatakan bank syariah memiliki pertumbuhan
yang potensial di Australia. “Ada komunitas muslim di sini, tetapi bank syariah bukan hanya untuk muslim saja,” kata
Abdullah.

Menurut dia, banyak bank-bank konvensional yang tertarik dan sejumlah bank syariah juga mulai masuk ke Australia, sehingga tidak hanya membicarakan mengenai isu Islam. “Ini hanyalah salah satu dari sekian cara untuk berkompromi dengan perbankan dan keuangan yang secara kebetulan berlandaskan Islam,” ujarnya.

sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...