Dasar Hukum Gadai

alquran 100922120256 Dasar Hukum GadaiPada Dasarnya hukum Gadai adalah jaiz (boleh) menurut al-Kitab, as-Sunnah, dan Ijma’.

Dalil dari al-Qur’an

Surat al-Baqarah ayat 283 yang mempunyai sebagai berikut:

“Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya” (Q.S. al-Baqarah: 283).

Dalil dari as-Sunnah

Rasulullah pernah menggadaikan baju besinya kepada orang Yahudi untuk ditukar dengan gandum. Lalu orang Yahudi berkata:

“Sungguh Muhammad ingin membawa lari hartaku”. Rasulullah kemudian menjawab: ”bohong! sesungguhnya aku orang yang jujur di atas bumi ini dan di langit. Jika kamu berikan amanat kepadaku pasti aku tunaikan Pergilah kalian dengan baju besiku menemuinya.” (H.R. Bukhari).

Ijma’ dan Qiyas Ulama’

Pada dasarnya para ulama’ telah bersepakat bahwa gadai itu boleh. Para Ulama’ tidak pernah mempertentangkan kebolehannya demikian pula landasan hukumnya. Jumhur Ulama’ berpendapat bahwa gadai disyari’atkan pada waktu tidak bepergian maupun pada waktu bepergian. Berdasarkan al-Qur’an dan Hadist diatas menunjukan bahwa transaksi  atau perjanjian gadai dibenarkan dalam Islam bahkan Nabi pernah melakukannya. Namun demikian perlu dilakukan pengkajian yang lebih mendalam dengan melakukan Ijtihad. Bagaimanakah perbandingan konsep pegadaian syari’ah dengan pegadaian konvensional ditinjau dari aspek hukumnya?.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Loading Facebook Comments ...