Dampak Tsunami Tak Terpengaruh Pada Koperasi Indonesia

Koperasi IndonesiaPangsa pasar dalam negeri untuk koperasi sangat besar. Hal itu ditandai dengan banyaknya jumlah penduduk Indonesia. Karena itu, Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM Syarif Hasan mengimbau kepada koperasi agar fokus di dalam negeri. Walaupun ada juga sejumlah koperasi yang melakukan ekspor kerajinan ke luar negri. Salah satunya ke Jepang. Di singgung apakah ada koperasi yang terpengaruh dengan musibah tsunami di Jepang? Syarif mengatakan, itu tidak terlalu berpengaruh.

“Dampak tsunami di Jepang terhadap koperasi tidak ada hubungannya. Tapi, lebih bagus koperasi fokus di dalam negeri, pangsa pasarnya besar,” ujarnya saat menghadiri acara Kopegmar Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin.

Dari sisi makro, lanjut Syarif, koperasi dan UKM berkontribusi hingga 56,5 persen. Menurut dia, dari sisi kekuatan koperasi sangat bagus. Bahkan, koperasi dan UKM salah satu segmen yang paling banyak memberikan kontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan dan juga penyerapan tenaga kerja. Angka pengangguran dari 7,1 persen akan diturunkan. Sedangkan angka kemiskinan yang saat ini tercatat 13,3 persen bisa ditekan jadi 12 persen pada 2011 . Pada 2014 kemiskinan akan ditekan jadi 8 persen.

“Karena itu, saya selalu mengimbau kepada koperasi demand dalam negeri di perkuat. Kalau demand diperkuat, selesai permasalahan,” terangnya.

Kunci keberhasilan koperasi, lanjutnya, adalah melakukan kegiatan yang direncanakan. Kesuksesan kata dia, terjadi bila disiplin dan bertanggungjawab. Pihaknya mempunyai program koperasi besar. “Kita ada tiga kategori koperasi besar. Sehingga di seluruh Indonesia terdapat 99 koperasi besar. Pertanyaannya, yang terbesar di mana? Banyak yang tidak tahu, karena kita kurang peduli dengan kekuatan kita,” bebernya.

Kemenkop dan UKM, kata Syarif, telah mendata seluruh koperasi yang berjumlah 177.483 unit. Serta menginventarisir, apa saja kekuatan dari koperasi itu. Serta mendata berapa jumlah koperasi yang limbung. “Dari jumlah itu, 25 persen mati suri. Kita harus dorong yang mati suri agar bisa bangkit. Kita juga harus mengetahui koperasi yang menjadi ikon ditiap provinsi,” jelasnya.

Adapun koperasi simpan pinjam yang asetnya lebih dari Rp 1 trilliun, ternyata bukan berasal dari Jakarta. Melainkan ada di Kabupaten Pekalongan. Namun begitu, di DKI, juga terdapat Koperasi yang asetnya mencapai Rp 300 miliar. “Peta-peta koperasi kita harus tahu. Biar kita tahu kekuatan kita, Saya mendukung koperasi di Indonesia, meniru Kopegmar di Tanjung Priok, mempunyai disverifikasi usaha dan program. Ada usaha tambang, travel, ojek dan sebagainya,” pungkasnya.

Sumber : PKES Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...