Income variable

Perubahan ekspektasi pada kondisi ketidak pastian akan menyebabkan keuntungan dan kerugian yang tak terduga terkait dengan perubahan harapan. Hal ini mengarah pada persoalan redifinisi periode well-offness yang harus dipertahankan menurut konsep Hicks mengenai income. Untuk menghindari hal masalah ini Alexander (1977) menyarankan konsep income variable yang lebih dekat dengan akuntansi income yang mengeluarkan keuntungan dan kerugiaan tak terduga (unexpected)
Ia mendefinisikan income variable sebagai:
(more…)

Model Pengukuran Income

Ada banyak model pengukuran income yang disebutkan dalam literature-literatur termasuk model akuntansi biaya historis tradisional oleh Ijiri (1971), model penilaian sekarang mengguanakan replacement cost dalam income bisnis Edwards dan Bell (1961), income realisasi menggunakan exit price (nilai realisasi bersih) oleh Chamber (1966) dan Sterling (1970), lebih dekat kepada konsep income ekonomi variable income oleh Solomons (1961), konsep residual Solomon (1965) dan Interested Adjusted Income oleh Shwayder (1970) bagi pelaporan internal dan Earned Economic Income (Grinyer 1985). Untuk menjaga agar diskusi singkat dan terkait dengan pelarangan riba dalam Islam serta konsekuensi agama terhadap model berbasis bunga, Earned Economic Income (yang saya percaya dapat diadopsi sesuai paraturan dalam Islam terkait suku bunga dalam model), income residual dan Interest Adjusted Income tidak akan didiskusikan disini.
(more…)

Capital dan Capital maintenance

Dalam akuntansi, capital (modal) dapat dikatakan sebagai kumpulan asset tangible (berwujud) dan intangible (tidak berwujud), keduanya dapat berbentuk moneter dan non moneter,. ini “sebuah ekspresi hak kepemilikan entitas dalam asset bersih” dan merepresentasikan potensi jasa masa depan (Lee 1985), berbasis transaksi dan tergantung pada proses perolehan income dari tiap transaksi yang tercatat. Bagi ekonom, capital adalah servis potensial dimana income mengalir i.e ekonom melihat kedepan dalam istilah servis terantisipasi dan ekspektasi-ekspektasi ini berasal dari basis penentuan modal(Lee 1985).
(more…)

Konsep pendapatan ekonomi

Disisi lain, para ekonom menyadari income sebagai rangkaian pengalaman jiwa seseorang i.e, keceriaan atau peristiwa tertentu dari berbagai orang lebih dari sekedar sebuah entitas(Fisher1930).Faktanya menurut dia,sebuah entitas artifisial seperti bisnis tidak bisa mendapatkan income karena bisnis tidak memiliki kesadaran. Konsumsi sebagai kebutuhan absolute menurut konsep Fisher menjadi sangat penting sampai-sampai ia tidak mengakui tabungan sebagai income karena ia menganggap tabungan hanya sebagai konsumsi potensial, dimana tidak ada kegembiraan yang dirasakan mengenai itu. Meskipun begitu ekonom selanjutnya mengadopsi konsep income personalnya pada entitas bisnis dengan memasukkan tabungan dalam konsumsi sebagai bagian income.
(more…)

Konsep akuntansi pendapatan

Definisi tradisional income atau profit oleh akuntan adalah surplus yang dihasilkan dari akitifitas bisnis, hasil dari siklus cash-to cash operasi bisnis, dengan membandingkan pemasukan dengan pengeluran dalam periode tertentu (bisaanya setahun) yang disebut juga dengan tahun financial. Income tersebut ditentukan ex-post setelah kejadian. Proses tersebut menyebabkan agregasi biaya tidak teralokasi harus diperhitungkan (dalam neraca) pada akhir periode akuntansi, biaya tidak teralokasi ini ( asset non moneter) bersama dengan entitas sumber moneter setelah dikurangi kewajiban menghasilkan nilai sisa yang disebut dengan accounting capital atau residual equity. Oleh karena itu laba akuntansi menghasilkan korespondensi ukuran modal dan analisanya sebagai perubahan sementara modal, definisi yang sesuai tentang akuntansi income menjadi tidak jelas dan dapat berarti banyak. Maka pertanyaanya adalah:
(more…)

Pentingnya Pengukuran Pendapatan

Dalam akuntansi konvensional, penentuan income atau ‘keuntungan’ adalah salah satu fungsi utama akuntansi sebagai penentu perpindahan kekayaan antar seseorang. Contohnya, bonus pegawai sering berdasar pada jumlah income dividen investor tergantung pada income (meski kebijakan dividen tidak mempunyai hubungan secara langsung), pendapatan juga mengukur usaha dan pencapaian manajemen dimana mereka akan mendapatkan imbalan (bonus/ opsi saham) atau sebaliknya, prospek kepegawaian dapat bergantung pada jumlah income sebagai efektiftas kerja, yang sering dijadikan evaluasi oleh investor.
(more…)

Page 2 of 3«123»