BSB Genjot Dana Murah Melalui Tabungan Haji

phone specs
JAKARTA-–Bank Syariah Bukopin (BSB) terus menggenjot penghimpunan dana murah, salah satunya melalui tabungan haji. Dari produk tersebut diharapkan dana yang terhimpun di tahap awal sebesar Rp 10 miliar.

Direktur Utama BSB, Riyanto, mengatakan layanan tabungan haji BSB sebenarnya telah ditawarkan ke nasabah sejak di unit usaha syariah Bank Bukopin. “Sekarang ini tabungan haji juga ditawarkan di semua kantor cabang dan office channeling BSB. Penempatan dana ke tabungan haji ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan DPK (dana pihak ketiga) BSB,” kata Riyanto disela buka puasa bersama media, Rabu malam (18/8).

Riyanto memaparkan saat ini terdapat 600-700 nasabah tabungan haji dengan total dana Rp 3 miliar. Kali ini, ujarnya, BSB akan lebih banyak melakukan penetrasi pasar dan diharapkan dana yang terkumpul sampai akhir 2010 sekitar Rp 10 miliar.

Dari total DPK Rp 1,312 triliun pada Juni 2010 sekitar 80 persen (Rp 1,04 triliun) masih didominasi deposito, sementara tabungan berjumlah di kisaran Rp 140 miliar dan sisanya giro. Riyanto menuturkan deposito memang masih tetap diminati masyarakat, apalagi cukup banyak pula perusahaan yang menjadi nasabah BSB menempatkan dananya di deposito. Untuk itu pihaknya berupaya melengkapi dan menyempurnakan produk tabungan agar dapat meningkatkan porsi dana murah.

Direktur Bisnis BSB, Harry Harmono Busiri, mengatakan selain membidik nasabah eksisting, BSB juga bekerja sama dengan sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji dalam memasarkan tabungan haji BSB. “Untuk tabungan haji ini kita coba optimalkan nasabah eksisting juga kerja sama dengan sejumlah kelompok haji,” ujar Harry. Tabungan haji BSB online dengan Sistem Komunikasi Haji Terpadu (Siskohat) dan tersedia dana talangan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji.

Hingga Juni 2010 aset BSB tumbuh 176,67 persen dari periode sama tahun lalu. Pada semester I 2010 aset BSB tercatat Rp 1,945 triliun. Hal tersebut disebabkan adanya konsistensi peningkatan DPK yang naik 426,9 persen menjadiu Rp 1,312 triliun. Sementara pembiayaan meningkat 543,69 persen, dari Rp 222 miliar menjadi Rp 1,429 triliun. Pada pertengahan tahun ini BSB juga telah membukukan laba Rp 5,582 miliar dari yang sebelumnya rugi Rp 6,298 miliar.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...