BRI Syariah Kejar Dana Murah

BRI Syariah terus berusaha menggenjot penghimpunan dana murahnya. Saat ini dana pihak ketiga (DPK) BRI Syariah mencapai Rp 2,6 triliun.

Direktur Utama BRI Syariah, Ventje Rahardjo, mengatakan kini porsi dana murah BRI Syariah baru sekitar 30 persen dari total DPK Rp 2,6 triliun. ”Kita menargetkan DPK Rp 3,5 triliun di akhir tahun ini dan inginnya memperbesar porsi dana murah yang saat ini masih sekitar 30 persen,” katanya di Bogor, Rabu (5/5).

Salah satu yang dilakukan BRI Syariah dalam menggenjot dana murah melalui tabungan adalah promo ‘Hujan Emas BRI Syariah’. Kendati demikian, Ventje menuturkan langkah tersebut belum memberi kontribusi yang terlalu besar bagi penghimpunan DPK BRI Syariah. Sayangnya ia pun tak memberi detail lebih lanjut mengenai hal itu.

Sementara di sisi pembiayaan, saat ini telah mencapai Rp 3 triliun dengan penyaluran merata ke sektor usaha kecil dan menengah, konsumer, mikro, dan pembiayaan komersil. Di tahun ini BRI Syariah menargetkan pembiayaan Rp 5 triliun. Salah satu bisnis pembiayaan yang gencar dilakukan adalah pembiayaan mikro.

BRI Syariah memulai operasinya sebagai bank umum syariah di akhir 2008. BRI Syariah yang merupakan konversi dari Bank Jasa Artha merupakan anak perusahaan salah satu bank terbesar di Indonesia, yaitu BRI. Pada 19 Desember 2007, BRI mengakusisi Bank Jasa Artha dan konversi dari bank konvensional menjadi bank syariah dilaksanakan pada 17 November 2008.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...