BMS Fokus Pembiayaan Mikro

Bank Mega Syariah (BMS) tetap memfokuskan diri ke pembiayaan mikro di tahun ini. Reprofiling portofolio pembiayaan BMS dari pembiayaan joint financing ke micro financing menjadi salah satu faktor yang mendorong laba BMS tahun lalu.

Direktur Utama BMS Beny Witjaksono mengatakan, pembiayaan melalui joint financing agak menurun karena saat ini jumlah pemainnya lebih banyak. “Kita melakukan reprofiling portofolio pembiayaan dari joint financing ke mikro karena memberikan yield besar dan NPF relatif rendah,” kata Beny, Kamis (6/5).

Laba BMS di 2009 melonjak 268 persen dari perolehan di 2008. Tercatat laba setelah pajak BMS pada 2008 sebesar Rp 16,3 miliar, sementara pada 2009 sebesar Rp 59,9 miliar. Di tahun ini laba BMS ditargetkan mencapai Rp 65,7 miliar.

Ia menambahkan, Mega Mitra Syariah (M2S) dalam satu tahun memiliki pertumbuhan cukup signifikan di 2009. Per Maret 2009 pembiayaan mikro syariah mencapai Rp 1,1 triliun dan di akhir tahun berhasil membukukan pembiayaan sebesar Rp 2 triliun. Di tahun ini BMS menargetkan pembiayaan mikro mencapai Rp 3,5 triliun.

Di sisi jumlah nasabah, saat ini mencapai 45 ribu dan diharapkan di tahun ini jumlah nasabah bisa bertambah 10 ribu orang. Pasalnya setiap bulan terdapat tambahan nasabah antara 1000-2000 nasabah.

Direktur Operasional BMS, Marjana mengatakan dari sisi wilayah M2S di wilayah Jawa masih berkontribusi besar sebanyak 58 persen, sementara Jawa 58 persen. “Dengan adanya tambahan sejumlah outlet baru di Sumatera, seperti di Bengkulu, Medan, Sibolga dan Aceh, tak menutup kemungkinan Sumatera akan memberi kontribusi lebih besar dari wilayah Jawa,” kataMarjana.

Ia menambahkan M2S telah tersebar cukup luas hingga Sulawesi dan Kalimantan. Di sisi pembiayaan joint financing di 2009 terus menurun dari Rp 792 miliar pada Maret 2009 menjadi Rp 660 miliar. “Joint financing turun krena pemain sudah banyak dan rata-rata mereka melakukan pola marketing lebih kepada persaingan margin. Namun kita tambah kerjasama dengan beberapa pemain baru yang menjadi alternatif bagi kita untuk joint financing,” kata Beny.

Dari sisi non performing finance gross di 2009 tercatat sebesar 2,07 persen dari 1,5 persen di 2008.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...