BMI Genjot Bisnis Ritel

BMI
JAKARTA–Bank Muamalat Indonesia (BMI) berupaya menggenjot bisnis ritelnya dalam beberapa tahun ke depan. Dalam jangka menengah BMI menargetkan porsi pembiayaan ritel mencapai 57 persen dari total portofolio pembiayaan, sementara dana ritel ditargetkan mencapai sekitar 60 persen dari total DPK.

Untuk menggenjot bisnis ritel BMI pun menyiapkan ekspansi melalui inovasi dan penyempurnaan fitur produk. Direktur Utama BMI, Arviyan Arifin, mengatakan produk yang mengalami penyempurnaan antara lain tabungan haji Arafah, Shar-e dan pembiayaan hunian syariah Muamalat.

”Selain untuk mencapai target penghimpunan DPK dan pembiayaan, penyempurnaan fitur ketiga produk ini diharapkan akan meningkatkan porsi ritel dalam portofolio funding maupun financing BMI,” kata Arviyan dalam media gathering, di Jakarta, Jumat (6/8).

Ia menambahkan, pada tahun lalu BMI lebih melakukan konsolidasi internal. Namun di tahun ini sampai Juli 2010 pembiayaan BMI meningkat dari Rp 11,5 triliun pada Desember 2009 menjadi Rp 13,1 triliun. Rasio pembiayaan bermasalah BMI pun menurun dari 4,1 persen pada 2009 menjadi 3,9 persen di Juli 2010.

Direktur BMI, Luluk Mahfudah, mengatakan sampai 2014 pihaknya memang akan menggenjot porsi ritel menjadi 65 persen, terutama di sisi pembiayaan. Untuk ritel ini pihaknya mengembangkan segala jenis bisnis dari konsumer hingga usaha kecil menengah. ”Untuk menaikkan porsi ritel kami merelaunch produk-produk ritel. Fokus ke ritel ini juga untuk menyebar risiko, jadi kita tidak akan terfokus ke korporasi,” jelasnya.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...