Biro Perasuransian Dorong Spin Off Unit Asuransi Syariah

Biro PerasuransianJAKARTA-–Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mendorong unit asuransi syariah untuk melakukan spin off menjadi perusahaan asuransi syariah. Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK, Isa Rachmatawarta, mengatakan ke depannya unit asuransi syariah memang harus semakin didorong ke arah yang lebih mandiri.

“Dalam unit syariah suatu perusahaan asuransi pembukuannya memang tetap terpisah, seperti cadangan tabarru itu harus terpisah dari asuransi konvensional. Namun ke depan kita mendorong agar bisa mandiri dengan melakukan spin off unit syariah menjadi perusahaan,” kata Isa di Bapepam-LK, Jumat (13/8).

Sementara mengenai pemisahan pencatatan antara rekening tabarru dan dana perusahaan, Isa menambahkan belum banyak yang melakukan pemisahan tersebut. “Dari simulasi yang kita lakukan pemisahan baru bisa dilakukan oleh sekitar 3-5 asuransi syariah. Ada yang sudah mencoba memisahkan dana tabarru, tapi juga memasukkan piutang dan lain-lain ke rekening tabarru, padahal seharusnya tidak ada yang lain selain piutang premi di rekening tabarru. Itu harus kita cek lagi,” ungkap Isa.

Direktur Asuransi Astra Buana, Hendry Yoga, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya belum merencanakan spin off unit syariahnya. “Namun jika pemerintah memiliki regulasi yang mengarah ke sana, kami siap untuk menjalankannya,” kata Hendry. Sementara itu, tambah Hendry pihaknya pun telah melaksanakan pemisahan laporan keuangan antara dana tabarru dan dana perusahaan untuk unit syariahnya.

Unit syariah Asuransi Astra Buana diharapkan dapat berkontribusi setidaknya lima persen dari target total premi Asuransi Astra Buana di tahun ini yang sebesar Rp 2,2 triliun. Di tahun lalu kontribusi Astra Buana masih kecil, tidak sampai 10 persen dari total premi 2009 yang mencapai Rp1,9 triliun.

Sebelumnya sejumlah perusahaan asuransi juga memiliki rencana untuk melakukan spin off unit syariahnya dalam minimal tiga tahun ke depan, seperti unit syariah Asuransi Bangun Askrida dan Bumiputera Muda (Bumida). Direktur Utama Asuransi Bangun Askrida, M Johnny Djaffar, mengatakan seiring dengan perkembangan bank syariah yang saat ini melakukan spin off, pihaknya juga memiliki targetmengikuti perkembangan tersebut. “Dalam 2-3 tahun ke depan kami berencana spin off,” kata Johnny.

Hal serupa juga direncanakan oleh unit syariah Bumida. Direktur Teknik dan SDM Bumida, Julian Noor, mengatakan dalam waktu minimal tiga tahun ke depan Bumida berencana melakukan spin off menjadi perusahaan asuransi syariah. “Rencana spin off unit syariah Bumida menjadi suatu bentuk keseriusan Bumida dalam menggarap pasar syariah,” kata Julian.

Saat ini jumlah perusahaan asuransi yang menjalankan usaha dengan prinsip syariah mencapai 44 perusahaan, yaitu tiga perusahaan asuransi jiwa syariah dan satu perusahaan asuransi umum syariah. Sementara terdapat 17 unit asuransi jiwa syariah, 20 unit asuransi umum syariah, dan tiga unit reasuransi syariah. Per 31 Maret 2010, premi asuransi jiwa nasional tercatat Rp 17 triliun dan asuransi jiwa syariah memiliki porsi Rp 558 miliar. Sementara premi asuransi kerugian nasional sebesar Rp 6,6 triliun dan asuransi kerugian dan reasuransi syariah Rp 143 miliar.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...