BI Selenggarakan Seminar Internasional Keuangan Syariah

ekonomi islamUntuk merespon laju perkembangan keuangan syariah dunia, Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan seminar internasional keuangan syariah untuk pertama kalinya yang digelar pada 20-21 April 2011 di Yogyakarta.

Dalam seminar Internasional tersebut BI mengambil tema “Can The Indonesia Islamic Finance Sustain The High Growth Regime Up to 2015 Beyond?” yang membahas tentang isu industri keuangan dan perbankan syariah.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, dalam press conference kemarin (20/4/2011), mengatakan seminar internasional tersebut diharapkan dapat menghasilkan ide-ide baru dan meningkatkan kinerja industri perbankan syariah serta dapat mengangkat citra Indonesia di dunia internasional.

“Maka selain membahas tentang sistem keuangan syariah dunia kami berharap sekaligus sarana efektif sebagai media infomasi dan jejaring untuk menarik investor domestik maupun asing, menanamkan modalnya dalam bisnis perbankan syariah.” Ujarnya.

Dalam acara seminar Internasional, Halim menegaskan, ada lima isu utama yang dibahas dalam seminar itu antara lain menguak peran perbankan syariah mendukung pembangunan ekonomi dan stabilitas keuangan. Kemudian peran Pemerintah dan BI untuk mendukung pengembangan perbankan syariah.

“Tak lupa kesiapan Sumber Daya Insani untuk mengisi perbankan syariah secara kuantitatif dan kualitatif, harmonisasi perbedaan pandangan aspek syariah di berbagai negara, serta perkembangan produk dan jasa perbankan syariah dan tantangan yang dihadapi juga menjadi sebuah isu yang krusial,”ujarnya.

Dalam profile seminar internasional lembaga keuangan syariah tersebut di hadiri oleh oleh para pakar keuangan syariah dari luar dan dalam negeri, baik kalangan regulator, akademisi maupun praktisi seperti Prof Mahmood Faruqui dan Humprey Percy (Senior Advisor dan CEO Bank of London and the Middle East), Prof Maximilian Hall (Loughborough University), Prof Andrew White (Singapore Management University), Mr Bakarudin Ishak (Assistant Governor of Bank Negara Malaysia) dan lainnya.

Sumber : PKES Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...