BI Perketat Bisnis Gadai Emas, Kenapa?

ekonomi islamBank-bank syariah yang memiliki produk gadai emas akan merasa was-was terkait kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam memperingatkan bank syariah terkait risiko bisnis gadai emas. Dalam memperingatkan tersebut, sebelumnya Bank Indonesia (BI) telah melakukan pemberitahuan secara tertulis.

Dalam surat pemberitahuan, disebutkan ke depan pembiayaan emas dalam nilai besar bisa menggunakan akad murabahah (jual-beli) dan tidak hanya melalui rahn (gadai).

Sementara Kepala Unit Usaha Syariah (UUS) Danamon Syariah, D. Prayudha Moelyo berpendapat, pada wartawan di Jakarta, mengatakan, BI sebetulnya bisa memperketat aturan secara lebih rinci. Adapun saran Prayudha menyangkut beberapa hal.

Di antaranya adalah pertama, pembatasan portfolio pembiayaan emas. Kedua, lamanya tenor gadai yaitu maksimal satu tahun. Ketiga, memperkecil rasio loan to value (LTV) atau rasio utang terhadap nilai barang, dari yang saat ini di pasar sebesar 80%-90% menjadi 60%-70%. Keempat, penjalanan akad sesuai dengan ketentuan yaitu sesuai dengan prinsip gadai bukan investasi emas apalagi spekulasi.

“Aturan harus lebih rinci karena fenomena yang berkembang di bank syariah bukanlah gadai emas, melainkan pengadaan emas yang sifatnya spekulasi. Jika niatnya sudah investasi, hal itu tidak sesuai lagi dengan prinsip gadai syariah,” terang Prayudha.

Sumber : PKES Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...