BI Minta Bank Syariah Garap Sektor Agrobisnis

Bank IndonesiaPeluang agribisnis masih menjadi harapan bagi masyarakat Indonesia, sebab disektor tersebut—banyak menyerap tenaga kerja. Meskipun menjadi primadona—tetap saja belum menjadi daya tarik oleh perbankan nasional. Untuk memaksimalkan pengembangan bisnis di agrobisnis, Bank Indonesia (BI) meminta pada bank syariah berperan dalam pembiayaan di sektor tersebut.

Demikian, ungkapan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Halim Alamsyah saat memberikan pandangannya tentang peluang pembiayaan bank syariah disektor pertanian di Jakarta.

Diakui oleh Halim, pembiayaan bank syariah ke sektor agrobisnis terasa masih kurang dan cenderung pada produk jasa dan perdagangan, kedepan harapannya pembiayaan bank syariah lebih ditingkatkan lagi.

Halim menegaskan, bahwa sepanjang tahun 2010 lalu penyaluran kredit ke sektor pertanian mencapai Rp 91 triliun atau 5,15% dari total kredit perbankan dan hanya 1,96% atau Rp 1,76 triliun merupakan pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan syariah.

Sektor pertanian, tegas Halim lagi merupakan sektor yang memiliki peranan penting terhadap perekonomian nasional yang mampu menjadi penyedia lapangan kerja sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi rata-rata 40,3% dalam lima tahun terakhir.

Sementara Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Choirul Djamhari mengatakan, bahwa ada kelebihan yang dimiliki oleh bank syariah dalam pembiayaan pertanian, dimana banyak skim-skim yang bisa digunakan berbeda sekali dengan bank konvensional.

“Saya berharap bank syariah bisa menjadikan rujukan pembiayaan bagi penguatan sektor pertanian di Indonesia,”terangnya.

Sumber : PKES Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...