BI Luncurkan BPD Regional Champion Untuk Tingkatkan Kesejahteraan Bangsa

BIBank Pembangunan Daerah (BPD) kini mendapat kesempatan besar untuk mendulang dana dari masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan bangsa. Dengan diluncurkannya BPD Regional Champion (BRC) oleh Bank Indonesia pada pekan lalu (21/12), BPD, termasuk unit usaha syariahnya dapat berperan maksimal dalam peningkatan kemampuan melayani masyarakat.

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, pangsa BPD mengalami peningkatan. Selama Desember 2005 hingga Oktober 2010, pangsa aset BPD terhadap total perbankan Indonesia meningkat dari 7,2% menjadi 8,9%, sementara DPK juga naik dari 7,6% menjadi 9,4%, dan kredit 6,5% menjadi 8,5%. Gubernur BI, Darmin Nasution mengungkapkan, peran BPD dapat ditingkatkan dan diperkuat dengan lebih efektifnya peranan Kantor Bank Indonesia di setiap daerah.

“Penguatan BPD bersama dengan program pemantauan inflasi daerah serta pengembangan kluster ekonomi potensial daerah yang bersinergi satu sama lainnya ditujukan untuk kepentingan kemajuan perekonomian daerah,” ujar Darmin.

Selanjutnya, pilar inisiatif BPD Regional Champion diuraikan sebagai berikut.
• Pilar pertama, ketahanan kelembagaan yang kuat, BPD berkomitmen untuk meningkatkan permodalan, meningkatkan efisiensi guna mencapai tingkat profitabilitas yang memadai didukung sehingga dapat memberikan kredit dengan suku bunga yang kompetitif kepada masyarakat.
• Pilar kedua, dalam perannya sebagai Agent of Regional Development, BPD menargetkan porsi yang lebih besar untuk kredit pada sektor-sektor produktif dan meningkatkan fungsi intermediasi khususnya UMKM melalui kerjasama dengan BPR baik melalui linkage program maupun menjadi APEX bank.
• Pilar ketiga, sebagai bentuk peningkatan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat, BPD akan memiliki program standardisasi dan peningkatan kualitas SDM yang ditunjang perluasan jaringan kantor untuk mendukung terwujudnya sistem keuangan yang inklusif (financial inclusion) dengan meningkatkan akses seluas-luasnya ke masyarakat setempat melalui penciptaan produk dan jasa yang semakin variatif dan unggul.

Untuk memonitoring dalam pelaksanaan program ini, BI membentuk Pokja (kelompok kerja) yang terdiri dari BI, Asbanda, dan BPD. Semoga dengan program ini, pembangunan ekonomi daerah dapat terlaksana dan unit usaha syariah tiap-tiap BPD juga dapat berperan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sumber : IBnews Eramuslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...