BI Akan Jaga Likuiditas Bank Syariah

Bank SyariahPeran bank syariah di Indonesia sangat membantu dalam pengembangan perekonomian nasional, meski demikian keberadaan bank syariah tak lepas dari permasalahan likuiditas yang ada selama ini. Maka dari itu untuk menjaga bank syariah dari krisi likuiditas, peran bank sentral (BI) harus mampu mendorong likuiditas bank syariah dalam melakukan intermediasi.

Demikikian sebuah kesimpulan diacara seminar yang diselenggarakan di Jakarta kemarin, Rabu (23/2),dengan para pembicara Filianingsih (Deputi Gubernur BI), Sadar Subagyo komisi XI DPR-RI dan Bambang Sutresna (Sekjen Asosiasi Bank Syariah Indonesia-Asbisindo).

Dikesempatan tersebut, Filianingsih menuturkan, industri keuangan syariah kedepan sangat menjanjikan dilihat dari pertumbuhan hingga terakhir ini. Ia merasa agar bank syariah yang saat ini masih kecil share marketnya dan ingin lebih besar dan mampu bersaing dalam menjual produk dan pembiayaan maka BI akan selala membuka pasar dan operasional perbankan syariah.

“Maka dari itu BI akan selalu mendorong likuiditas bank syariah selama ini,”cetusnya.

Untuk mencapai hal tersebut, Filianingsih berpendapat, perlu dilakukan strategi kedepan berupa transaksi sentral jika partner tidak ditemukan.

Sementara Anggota komisi XI DPR RI Sadar Subagyo, lebih menyoroti mengenai kepemilikkan perbankan asing di Indonesia yaitu 30 persen dengan modal sendiri 30 persen. Untuk itu sebagai mitra pemerintah, akan selalu melakukan pengawasan atas legisalasi yang selama ini dibuat.

Terkait dengan perbankan syariah yang ada selama ini, Sadar memandang perbankan syariah yang ada selama ini sudah mampu berkembang dengan pesat. Apalagi jumlah masyarakat Muslim yang terbesar merupakan potensi tersendiri bagi perbankan syariah. Tapi menurutnya, hal ini terkait dengan membangun kesadaran masyarakat yang masih kurang. “ Maka dari itu kami akan mendorong pemerintah agar sosialisasi perbankan syariah bisa terus dilakukan secara cepat, apalagi sistem ekonomi ini memiliki keperpihakan dan mampu menandingi sistem kapitalis yang ada,”ujarnya.

Sumber : PKES Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...