Bapepam-LK Terbitkan Daftar Efek Syariah Baru

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah menerbitkan daftar efek syariah (DES) yang baru. DES yang baru ini dinyatakan mulai berlaku lima hari bursa setelah ditetapkan.

DES baru ini tertuang dalam Kep-523/BL/2010. Dengan diberlakukannya DES yang baru ini, DES yang sebelumnya diterbitkan pada 27 Mei 2010 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. “Penerbitan keputusan tersebut didasarkan pada review berkala yang dilakukan Bapepam dan LK atas daftar efek syariah yang telah ditetapkan sebelumnya,” demikian pernyataan tertulis Ketua Bapepam-LK, A Fuad Rahmany, dalam laman resmi Bapepam-LK.

Daftar efek syariah tersebut merupakan panduan investasi bagi reksa dana syariah dalam menempatkan dana kelolaannya serta juga dapat dipergunakan oleh investor, yang mempunyai keinginan untuk berinvestasi pada portofolio efek syariah. Efek-efek syariah yang termuat dalam DES ini meliputi 11 jenis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), 31 efek dengan jenis sukuk/obligasi syariah, 49 efek dengan jenis unit penyertaan kontrak investasi kolektif (KIK) reksa dana syariah, dan 221 efek dengan jenis saham emiten dan perusahaan publik.

Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan dalam penyusunan DES dimaksud adalah berasal dari laporan keuangan yang berakhir 30 Juni 2010 dan diterima oleh Bapepam-LK sampai dengan 23 November 2010. Sumber data lainnya yang menjadi bahan pertimbangan adalah data tertulis yang diperoleh, baik dari emiten atau perusahaan publik maupun dari pihak-pihak lain yang dapat dipercaya. Bapepam-LK melakukan tinjauan atas DES berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan tahunan dari emiten atau perusahaan publik.

Selain peninjauan rutin terhadap DES, peninjauan juga bisa dilakukan apabila terdapat emiten atau perusahaan publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria efek syariah. Kondisi lainnya adalah apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...