Bank Syariah Pertama Nigeria Beroperasi Agustus 2011

Bank SyariahJaiz International PLC berencana memulai operasinya pada Agustus 2011. Bank syariah pertama Nigeria itu akan bekerja sama dengan Islamic Bank Bangladesh Limited (IBBL). Chief Executive Officer (CEO) dan Managing Director Jaiz Bank, Mohammad Mustapha Bintube, mengatakan sebelumnya pihaknya telah menandatangani kesepakatan teknis dengan IBBL.

“Kami akan merekrut empat sampai lima pegawai senior IBBL sesuai dengan saran dari Islamic Development Bank,” kata Bintube, dikutip laman Financial Express, Senin (27/12). Dalam kesepakatan itu, IBBL akan menyediakan personel yang berpengalaman, mengembangkan program capacity building untuk pelatihan SDM, mendesain dan menciptakan prosedur dan produk yang sesuai untuk memperlancar bisnis Jaiz Bank.

Nigeria memiliki sektor layanan keuangan yang telah berkembang dengan hadirnya bank lokal dan internasional, perusahaan manajemen aset, broker, asuransi, dan bank investasi. Saat ini terdapat 24 bank komersial di Nigeria, termasuk bank asing seperti Citibank dan Standard Chartered Bank, tapi belum ada satu pun yang beroperasi dengan prinsip syariah.

Negara dengan jumlah penduduk muslim 70 juta jiwa ini telah membuat draft panduan perbankan syariah pada 2009, termasuk didalamnya tipe produk dan rekomendasi risiko perbakan syariah.“Lebih dari 70 persen dari total populasi di Nigeria belum menggunakan layanan perbankan, jadi kami ingin memberikan alternatif pilihan melalui sistem perbankan syariah yang transparan dan beretika,” tukas Bintube.

Ia pun berencana memperluas operasional Jaiz Bank ke depannya, setelah berhasil menangkap pasar di Nigeria. Sejumlah negara tetangga seperti Ghana, Kamerun, dan Togo pun menjadi bidikan Jaiz Bank. Asisten Khusus Gubernur Bank Sentral Nigeria, Bashir Aliyu Umar, mengatakan minat dunia terhadap perbankan syariah meningkat karena mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam waktu singkat.

“Dalam skala nasional bank, asuransi dan perusahaan manajemen aset pun sibuk mengekplorasi model alternatif keuangan ini dan potensinya. Masuknya industri keuangan syariah di perekonomian Nigeria hanya masalah waktu saja,” tutur Umar, dikutip laman All Africa.

Ia memaparkan, sektor perbankan syariah di seluruh dunia tumbuh 15-20 persen per tahunnya dalam satu dekade terakhir, dari 150 miliar dolar pada pertengahan 1990 menjadi 780 miliar dolar pada 2009. Di tahun ini aset perbankan syariah pun diperkirakan tumbuh lebih dari 20 persen menjadi 950 miliar dolar.

Sebelumnya, Gubernur Bank Sentral Nigeria, Lamido Sanusi, menyatakan optimismenya negara di Afrika Barat ini akan menjadi pusat keuangan nonribawi. “Nigeria akan menjadi pusat keuangan syariah pada 2020,” kata Sanusi.

Bank sentral pun telah menurunkan persyaratan modal dasar bagi bank syariah, dari 25 miliar naira menjadi 10 miliar naira. Bank sentral Nigeria sendiri memproyeksikan akan terdapat tiga bank syariah pada akhir 2011.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...