Bank Syariah Minta ‘Nafas’ dalam Kelola Dana Haji

ekonomi islamBank syariah meminta pemerintah sedikit memberi nafas untuk bank Islam dalam mengelola dana haji. Pasalnya, kebijakan pemerintah yang langsung menyalurkan dana haji ke sukuk dinilai memberatkan dan tidak memberi gerak pada bank syariah untuk mengembangkan bisnis.

Menurut Direktur Ritel Banking Mega Syariah, Ani Murdiati, pemerintah sebaiknya memberi ruang untuk dana haji mengendap terlebih dahulu di bank syariah. “Jangan setahun langsung ditarik semua, tidak fair untuk perbankan,” ujarnya saat ditemui Republika di sela-sela Manasik Haji Perdana Bank Mega Syariah.

Ia menilai di dalam dana haji tersebut, uang yang ada tidak dimiliki semua oleh nasabah. Ada juga sebagian dana bank yang berasal dari dana talangan haji. “Kita juga mengeluarkan cost, ada juga biaya untuk maintain,” katanya.

Hal ini bisa menganggu likuiditas perbankan syariah. Ia beranggapan jika mau adil, dana haji seharusnya baru bisa diambil ketika nasabah hendak berangkat ke tanah suci.

Selain itu, menanggapi wacana pembatasan bank syariah pengelola dana haji, Ani menilai pemerintah bisa membuat standar dan evaluasi untuk mengetahui kinerja perbankan. Sehingga, bank yang menjadi penerima dana haji merupakan bank yang benar-benar layik karena kualitas layanannya baik. Saat ini pemerintah tengah mengkaji pengelolaan dana haji di perbankan syariah. Sebelumnya karena terbatasnya bank syariah, sebagian pengelolaan dana haji juga diberikan pada bank konvensional.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...