Bank Syariah Didorong Masuk sektor Pembiayaan Produktif

Bank SyariahBank Indonesia mengharapakan sektor pembiayaan pada perbankan syariah dapat meningkat sekitar 40 persen di 2011. Di 2010, sektor pembiayaan tumbuh sekitar 44 persen menjadi Rp 68,18 triliun dari Rp 46,88 triliun di 2009.

Untuk menggenjot sektor ini, BI melalui IB berencana masuk ke expo yang lebih mengarah pada pembiayaan produktif, seperti pertanian. “Saatnya bank syariah mulai berfikir untuk merambah pembiayaan produktif,” kata Direktur Perbankan Syariah BI, Mulya E Siregar.

Diutarakannya, selama ini, pembiayaan bank syariah masih mengarah pada hal konsumtif. ”Karena proyek investasi belum banyak yang berjalan. Semua orang masih wait and see,” katanya.

Laba perbankan syariah naik 32,91 persen dibanding periode tahun lalu menjadi Rp 1,05 triliun. Angka ini didapat dari pendapatn dan beban dikurangi taksiran pajak.

Dari sisi total pendapatan bank umum syariah dan unit usaha syariah mengalami kenaikan pendapatan hingga 23,88 persen menjadi Rp 11,11 triliun. Sedangkan, dari sisi beban perbankan syariah,pengeluaran bank syariah mencapai Rp 9,81 triliun atau terdapat kenaikan sebesar 20,5 persen dibanding tahun lalu, yang mencapai Rp 8,14 triliun.

Mulya mengaku peningkatan laba tak lepas dari pertumbuhan pembiayaan. Pertumbuhan ini terjadi karena dana yang dihimpun bank yang ada juga meningkat dengan ketat, sehingga mampu membiayai kredit-kredit.

”Ini yang membuat terjadi peningkatan keuntungan bagi mereka. Dengan peningkatan pembiayaan, angka Non Performing Financing (kredit macet) terjaga, sehingga wajar,” katanya.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...