Bank Muamalat Indonesia Garap Remitansi di Malaysia

Bank Muamalat IndonesiaBank Muamalat Indonesia (BMI) cabang Malaysia menggandeng mitra lokal yaitu Maybank dan Bank Muamalat Malaysia Berhad (BBMB) untuk bersama-sama menggarap produk remittance (pengiriman uang) yang diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan transaksional warga Indonesia di Malaysia.

Kerja sama bisnis tersebut diwujudkan melalui penandatangan antara tiga bank lintas negara tersebut di Kuala Lumpur, Ahad, di sela-sela acara Karnival Nusantara dan Silahturahami Masyarakat Indonesia-Malaysia yang disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Malaysia, Da’i Bachtiar serta ketua MUI Pusat KH Ma’ruf Amin dan para pucuk pimpinan dari BMI, Maybank dan BBMB.

Kesepakatan kerja sama itu ditandantangani oleh Direktur International Banking and Financial Institution Bank Muamalat Farouk A Alwyni, Deputy President Head Global Wholesale Banking Maybank Abdul Fais Alias dan Deputy CEO BMBB Musa Abdul Malek.

Farouk mengatakan kerja sama ini diharapkan dapat lebih memfasilitasi kebutuhan transaksional warga Indonesia di Malaysia sejalan dengan meningkatkan mobilitas dan aktivitas ekonomi di negara sahabat. Dikatakannya, melalui kerja sama ini, nasabah dapat melakukan transaksi pengiriman uang di seluruh outlet Maybank dan BMMB yang jumlahnya sekitar 450 unit di penjuru Malaysia.

Untuk setiap transaksi pengiriman uang, para nasabah dikenakan biaya 10 ringgit Malaysia dan danda yang dikirim dapat diambil di outlet bank Muamalat yang tersebar di seluruh Indonesia. Apabila pengiriman uang dilakukan melalui Maybank, maka nasabah di Indonesia akan menerimanya dalam bentu uang tunai (cash to cash), sedangkan apabila pengiriman dilakukan melalui BMMB maka nasabah di Indonesia akan menerimanya dalam bentuk saldo rekening (cash to account).

Sementara itu, Bank Muamalat Indonesia merupakan satu-satunya bank asal Indonesia yang membuka kantor cabang penuh (full branch) di Malaysia yang tidak hanya sekedar menggarap pengiriman uang (remittance) tapi juga menawarkan layanan penuh berupa penghimpunan dana (funding) maupun pembiayaan (financing).

General Manager Bank Muamalat Indonesia Kuala Lumpur, Afrid Wibisono, pihaknya juga membiayai proyek sindikasi yang tidak hanya di Indonesia tapi juga di Malaysia. Proyek-proyek tersebut diantaranya pembangunan pembangkit listrik, perkebunan, pertambangan ataupun transportasi laut.

Selain itu, BMI Kuala Lumpur juga menggarap dana pihak ketiga yang pada tahun 2010 mencapai Rp800 miliar dan pada tahun 2011 targetnya dinaikkan 25 persen. “Sebagai perbankan syariah nasional kami harus mampu menggarap potensi pasar asing,” ungkapnya.

Senada disampaikan Farouk, bahwa ekspansi bisnis syariah di tingkat regional maupun internasional tidak hanya memberikan kontribusi laba, namun juga menambah pengalaman manajmen ataupun memperluas jaringan. “Semua itu tentunya dapat meningkatkan kebanggaan bangsa,” ungkapnya.

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...