Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ketua Para Ahli Ekonomi Islam Indonesia

ekonomi islamHari Sabtu (30/07), adalah hari bersejarah bagi perkembangan ekonomi Islam di Indonesia. Pada hari tersebut dilaksanakan Muktamar ke-2, dimana para ahli ekonomi Islam Indonesia yang tergabung di IAEI sepakat menjatuhkan pilihannya kepada Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro sebagai ketua IAEI yang baru menggantikan posisi ketua demisioner Mustofa Edwin Nasution

Jatuhnya pilihan kepada Bambang memang dirasa tepat, karena jam terbangnya sebagai akademisi sekaligus praktisi ekonomi sangatlah panjang. Ia juga termasuk salah satu pakar ekonomi yang terkenal di Indonesia. Kepakarannya meliputi bidang ilmu ekonomi regional, desentralisasi fiskal, keuangan negara, ekonomi pembangunan, ekonomi perkotaan dan transportasi serta analisis pengambilan keputusan.

Dalam pencapaiannya di bidang akademisi, Pak Bambang begitu Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro akrab disapa, pernah menjadi Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan pernah menjabat sebagai Direktur Islamic Research and Training Institute (IRTI)- Islamic Development Bank (IDB). Sementara saat ini ia adalah seorang praktisi ekonomi, ia menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan RI.

Berbicara ekonomi Islam, Bambang dalam sambutannya di pembukaan Muktamar IAEI ke-2, mengungkapkan Indonesia memiliki karakter ekonomi Islam yang berbeda dengan yang lain. Setidaknya ada 3 ciri yang membedakan praktik ekonomi Islam Indonesia dengan negara yang lain. Ciri-ciri tersebut Bambang sebut dengan Mahzab Indonesia.

Pertama ia menyebutkan bahwa ekonomi Islam Indonesia khususnya perbankan syariah lebih condong ke arah pengembangan micro finance. Lalu yang kedua ekonomi Islam Indonesia memiliki model pembiayaan infrastruktur. Terakhir Indonesia memiliki sukuk ritel yang dapat menciptakan demokrasi secara finansial.

“Kita harus tunjukan jika kita diferent dengan yang lain, jangan sampai ekonomi Islam Indonesia menjadi ekslusif seperti yang ada di Timur Tengah dan Eropa. Kita harus menjadi inklusif sehingga semua dapat berperan dalam pengembangan ekonomi Islam,” ungkapnya.
IAEI diharapkan dapat menjadi rumah utama bagi aktivitas akedemisi yang bergiat di ekonomi Islam, menjadi fasilitator dalam menerjemahkan ilmu-ilmu ekonomi Islam agar dapat dipahami dan dipraktekan oleh umat.

Kini di bawah kepemimpinannya, Bambang siap menjalankan fungsi IAEI secara optimal. IAEI sebagai wadah intelektual ekonomi Islam akan mengemban tugas sebagai pustaka ilmu dan referensi kebijakan-kebijakan terkait ekonomi Islam.

Sumber : PKES Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...