Asosiasi Bank Islam Indonesia (Asbisindo) Sarankan Akselerasi Pembiayaan Nonritel

perbankan syariahPembiayaan sektor ritel dan konsumer selama ini menjadi pasar tradisional perbankan syariah nasional. Pembiayaan usaha kecil dan multiguna tersebut diyakini berdampak positif terhadap kekuatan ekonomi masyarakat menengah ke bawah.

Namun bila dilihat dari sisi internal bank-bank syariah, pembiayaan ritel dan konsumer dinilai belum mampu menyebabkan lompatan besar bagi pengembangan perbankan syariah nasional. Sekretaris Umum Asosiasi Bank Islam Indonesia (Asbisindo), Bambang Sutrisno, mengatakan, guna mengambil pasar perbankan syariah yang terus menunjukkan tren kenaikan yang menjanjikan, bank-bank syariah perlu meningkatkan akselerasi pembiayaan nonritel.

Menurut Bambang, selama ini perbankan syariah dikenal mempunyai kompetensi yang baik dalam mengembangkan pembiayaan ritel (mikro). Akan tetapi, bila bank-bank syariah tidak segera memacu akses terhadap pembiayaan sektor koorporat, maka dikhawatirkan raihan pasar perbankan syariah akan berada pada posisi stagnan. ”Makanya untuk prospek tahun 2011 mendatang, kita arahkan bank-bank syariah mengambil pembiayaan koorporat yang nilainya signifikan,” katanya kepada Republika, di Jakarta, Rabu (13/10).

Kendati demikian, Bambang melanjutkan, hal itu bukan berarti perbankan syariah harus menurunkan bisnis pembiayaan ritel dan konsumer yang sejauh ini menjadi kekuatan mereka. ”Ritel harus terus diperkuat sekaligus menyasar pada bisnis koorporat yang sangat besar,” ucapnya.

Dikatakan, kemampuan perbankan syariah melakukan pembiayaan nonritel dengan nilai proyek sangat besar, akan memberikan dampak sangat signifikan terhadap kemampuan mengakses modal baru. Alasannya, kerap kali bank-bank syariah kesulitan melakukan pembiayaan sektor ritel lantaran terkendala oleh regulasi Batas Maksimum Pemberian Pembiayaan (BMPP).

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...