Aktifis Ekonomi Syariah Kaji Ketahanan Mata Uang

ekonomi islamSetelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEKM) PP Muhammadiyah yang diselenggarakan di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada tanggal 14-16 Mei 2011 melahirkan rekomendasi tentang pemberlakuan mata uang emas sebagai alat transaksi keuangan. Kini para aktifis ekonomi syariah yang tergabung dalam pegiat ekonomi syariah akan menindak lanjutinya dalam bentuk kajian ketahanan uang.

Taufan Maulamin, selaku koordinator pegiat ekonomi syariah—menuturkan, rekomendasi MEKM PP Muhammadiyah sangat bagus sekali untuk mendorong penggunaan mata uang emas yang selama ini diberlakukan pada zaman Rasuluallah dan para sahabatnya. Selain itu emas sangat terbukti mampu menekan lajunya tingkat inflasi. ”Itulah dalam acara silaturahmi ekonomi syariah di akhir bulan Mei ini akan mengangkat tentang ketahan mata uang,”ujarnya.

Ketahan mata uang, tutur Taufan—sangat penting, apalagi saat ini Indonesia sangat rentan terhadap laju inflasi. Sementara pemerintah untuk menahan tingginya tingkat laju inflasi tersebut memendungya dengan anggaran devisa yang ada selama ini.Pertanyaanya, sejauhmana ketahan devisa tersebut dalam menahan laju inflasi?

Sementara, ekonomi syariah memberikan alternatif terhadap tingginya laju inflasi tersebut diantaranya adalah mendorong tingkat produktifitas sektor riil yang ada di masyarakat serta menggunaka emas sebagai alat transaksi keuangan. ”Itulah yang menjadi strategis ekonomi syariah dalam mengembangkan ketahanan keuangan,”ujarnya.

Sumber : PKES Interaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...