2010, BRI Syariah Targetkan Capai Dana Pihak Ketiga Rp5,5 Triliun

Bank BRI Syariah menargetkan capaian dana pihak ketiga (DPK) pada akhir tahun yang berkisar Rp 5,5 triliun. Perseroan berencana menggenjot pertumbuhan DPK khususnya pada kompisisi tabungan.

Direktur Utama BRI Syariah, Ventje Rahardjo mengatakan, hingga Juni 2010, DPK yang terkumpul mencapai Rp 3,3 Triliun. “Komposisinya terdiri dari 70 persen deposito, 10 persen giro dan 20 tabungan,” paparnya di Kantor Pusat BRI Syariah di Jakarta, Selasa (6/7). Ditambahkannya, posisi DPK perseroan sampai Mei 2010 mencapai Rp 3 triliun atau naik 40 persen dibanding akhir tahun lalu sebesar Rp 1,81 triliun.

Ventje mengatakan, BRI Syariah sangat membutuhkan peningkatan pesat jumlah DPK mengingat usia bank yang masih satu tahun. Menurut dia perusahaa tengah mengejar dana murah melalui tabungan hingga nanti pada akhir tahun, komposisi DPK BRI Syariah menjadi 10 persen dari giro, 25 persen tabungan, dan 65 persen dari deposito.

Sejak Bank Jasa Artha (anak perusahaan BRI) dikonversi menjadi BRI Syariah pada penghujung 2008, ucap Ventje, aset bank tersebut, yang semula hanya Rp 1 triliun, kini berhasil bertambah menjadi Rp 4,5 triliun dengan jumlah nilai pembiayaan mencapai nilai Rp 4 triliun. “Sedangkan, untuk aset kami berharap pada akhir tahun mencapai Rp 7,05 triliun pada 2010,” paparnya.

Direktur Bisnis BRI Syariah, Ari Purwandono menuturkan, saat ini bank tengah berkonsentrasi pada pembiayaan ritel dan koperasi. Pasalnya, jelas dia, perkembangan di sektor tersebut cukup bagus. “Tahun ini kami fokus menggenjot pembiayaan ke sektor ritel dan koperasi, tapi yang lain tetap menjadi perhatian,” katanya.

Menurut Ari, sampai Mei 2010, BRI Syariah telah menyalurkan dana ke ritel dan koperasi sebesar Rp 160 miliar per bulan. Jumlah ini nantinya akan ditambah terus seiring dengan pengembangan infrastruktur pendukung, yaitu kantor cabang.

SSaat ini perseroan memiliki 75 kantor cabang dari total target sebanyak 90 kantor cabang pada tahun 2010,” paparnya. Menurut dia, posisi itu diharapkan memberi kepercayaan kita untuk mengembangkan terus penyaluran kredit.

Ari menuturkan, besarnya pembiayaan ke sektor ritel dan koperasi membuat manajemen BRI Syariah melakukan strategi tersendiri agar mampu memberi pelayanan terbaik bagi nasabah. Salah satunya, mencari dana dari berbagai sumber. Misalnya, tabungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Loading Facebook Comments ...