AAOIFI

11 Standar Syariah Baru Untuk Lembaga Keuangan Syariah

AAOIFIMinhaj Sharia’h Financial Advisory and Bahrain-based Accounting dan Auditing Organisation for Islamic Financial Institution(AAOFI) meluncurkan 11 standar syariah baru untuk lembaga keuangan syariah. Kesebelas standar baru ini menetapkan cara Sharia’h-compliant untuk memilah masalah yang muncul dari ketidakpastian (gharar) dalam transaksi keuangan dan arbitrase, hibah (wakaf), sewa tenaga kerja (ijarah), zakat, kewajiban kontinjensi, fasilitas kredit, online transaksi keuangan, gadai (rahn) rekening investasi, dan pembagian laba, dan reasuransi Islam.Hal tersebut dijelaskan oleh Sheikh Dr Abdul Sattar Abu Ghuddah selaku Ketua Minhaj di laman Trade Arabia Business News.

“Undang-undang ini juga telah membawa harmonisasi yang lebih besar dengan prinsip Sharia’h yang akan membantu lebih lanjut pertumbuhan perbankan dan keuangan syariah,” tambah Abu Ghuddah pada saat peluncuran Standar Syariah Baru di Dubai, Minggu(31/10).

Peluncuran standar baru ini juga merupakan indikasi penting dari evolusi konstan perbankan dan keuangan syariah dengan fokus kontemporer terutama pasca krisis keuangan global.

Sementara itu Khairul Nizam, asisten sekretaris jenderal AAOIFI mengatakan meskipun krisis ekonomi, sektor perbankan dan keuangan syariah telah menunjukkan daya tahan yang cukup dan telah mengalami pertumbuhan yang pesat. Perbankan dan keuangan syariah telah mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi dan berinovasi pada prinsip-prinsip syariah untuk kepentingan ekonomi masyarakat Islam di seluruh dunia.

Nizam menambahkan bahwa 99% dari bank-bank syariah di dunia menggunakan standar AAOIFI ini.

Dr Muhammad Amin Qattan selaku Penasehat syariah Minhaj juga mengatakan Standar-standar baru membahas masalah-masalah penting dari kompleksitas dilihat dalam perbankan dan keuangan syariah kontemporer terutama di sektor jasa keuangan, termasuk masalah-masalah seperti kasus restrukturisasi utang dan arbitrase – yang telah hadir dari ketidakpastian keuangan.

Sejak awal tahun lalu, 14 standar baru telah diadopsi dan jumlah nomor standar yang ada AAOFI sekarang berjumlah 84.

Pengembangan standar AAOIFI itu dilakukan oleh Dewan Syariah yang diakui sebagai otoritas global terkemuka untuk keuangan, akuntansi dan audit yang dikelola secara syariah. Menanggapi peluncuran tersebut, Amjed Naser selaku Kepala Syariah Noor Islamic Bank mengatakan bahwa peluncuran tersebut sebagai tonggak latihan yang membawa kita lebih jelas dan transparansi dalam menghadapi tantangan baru realitas ekonomi syariah.

“Kami mengucapkan selamat atas peluncuran standar syariah baru oleh Minhaj dan AAOFI,” Naser mengakhiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Loading Facebook Comments ...